Selasa, 21 Jul 2026 16:13 WIB

Cerita Gadis 12 Tahun Anggota Gangster yang Ditampung di Shelter Karang Taruna

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Des 2022 13:47 WIB
Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Benardi saat mengunjungi T di shelter Karang Taruna
Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Benardi saat mengunjungi T di shelter Karang Taruna

selalu.id - Karang Taruna (Kartar) Surabaya ternyata memilki tempat shelter khusus anak yang mendapat perlakuan kekerasan seksual maupun pengaruh kenakalan remaja.

Shelter anak tersebut yakni sebuah rumah pribadi milik salah satu Anggota Kartar di bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang terletak di kawasan Kecamatan Tambaksari.

Baca Juga: Biadab! Pria di Surabaya Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Salah Satunya Hamil

Namun, shelter tersebut tidak bisa menampung banyak anak. Sebab, pihak Karang Taruna sendiri masih keterbatasan swadaya dan anggaran pribadi.

Meski keterbatasan Swadaya, Kartar juga bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB ) Suranaya terkait psikolog untuk membantu psikis anak-anak yang ada di Shelter tersebut.

"Di shelter Karang Taruna ini, kita menampung beberapa anak punya masalah, baik hukum dan keluarganya. Sebelumnya, sempat ada anak korban kekerasan,"kata Fuad, ditemui saat berkunjung ke Shelter Kartar, Selasa (6/12/2022).

Saat ini, Kartar menampung sebanyak tiga anak, salah satunya gadis 12 tahun berisinial T yang sempat ikut gengster kelompok remaja. T pernah ditangkap oleh Polisi karena ketahuan mencuri sepeda motor milik warga. Sehingga, ditampung di Shelter Kartar.

"Kebetulan T ditangkap oleh Polsek Sawahan, karena polisi tak punya tempat menampung T. Sebab kan dipenjara pasti minimal umur 17 tahun ke atas. Akhirnya, T dititipkan polsek kesini,"ujar Fuad.

Saat ditemui di Shelter Kartar, T sempat bercerita awal dirinya pernah ikut kelompok gangster hingga disuruh mencuri sepeda motor. Bahkan T diancam dibunuh oleh ketua gengnya.

"Dia bilangnya gak nyuri, disuruh sama ketua geng R namanya, aku pikir saat itu disuruh ambil motor punya R, ternyata milik warga,"kata T kepada selalu.id.

T mengaku telah mencuri dua motor warga, yang pertama di Kembang Kuning telah dijual oleh ketua geng R. Kemudian, kedua di Wonokitri mencuri bersama temannya A, apesnya T dan A saat itu kepergok warga dan dibawa ke Polsek Sawahan.

Awalnya, T dan A tidak mau mencuri sepeda motor tersebut namun diancam R akan dibunuh dan ditusuk. Kemudian, mereka disuruh ambil sepeda warga yang tidak dikunci stir dan nuntun motor tersebut untuk dikasih ke R.

Baca Juga: PKB Jatim Turun Tangan Kawal Kasus Kekerasan Seksual Gadis Disabilitas di Lumajang

"Dia bilang gini, ayo jupuk en iku sepedae nek gak gelem tak jojoh iki kon (ayo ambil itu motornya, kalau tidak mau tak tusuk ini kamu),"kata T mempraktekkan ancaman R.

"Kalau gak mau nyuri mau dicelurit sama ketua geng. Sempat A (temannya T) mau dipukuli celurit,"ungkap T.

Awal mula T ikut gang tersebut baru sekitar dua minggu yang lalu. T mengaku sebelumnya dirinya kabur dari rumah. Sebab, sering dimarahi orang tuanya karena jarang sekolah.

Karena kabur dari rumah dan bergabung dengan gengnya. T menceritakan kesehariannya di sebuah tempat Pos yang terbengkalai di Kawasan Rolak, kecamatan Krembangan.

Disana T tinggal bersama 15 remaja lainnya sekaligus tempat itu dibuat nongkrong. Untuk makan, mereka ngamen mulai pukul 11.00 WIB, siang hingga 18.00 WIB dibagi tiga kelompok. Hasil ngamen tersebut dibuat makan bersama mereka.

"Anak-anak tidur disitu dan dibuat nongkrong, jumlah 15an, ceweknya ada 15. Kita ngamen buat makan, sehari bisa dapat Rp 250 ribu,"tutur T.

Baca Juga: Ditres PPA-PPO Polda Jatim Terima Penghargaan dari Menteri PPPA

"Ngamen itu biasanya di daerah Gresik, ya nggandol (menumpang kendaraan yang lewat,"lanjutnya.

Sejak ditangkap Polisi, T mengaku tak ingin kembali ditempat itu dan tidak mau lagi bergabung dengan geng tersebut. Meski sementara masih menjalani proses pidana dari polisi, T mengaku nyaman di shelter Kartar tersebut.

T yang ingin bercita-cita menjadi tentara tersebut dibimbing oleh pemuda karang taruna dengan melalukan aktivitas sehari-hari, mulai memasak, bermain, hingga menjalani konseling.

"Setelah dari sini Pingin pulang ke rumah, Pengan sekolah," ungkap T.

Nantinya T yang saat ini masih sekolah dasar (SD) kelas 6 akan direkomendasikan ke SMP Negeri. T saat ditemui anggota Kartar di Polsek cenderung murung tidak mau bicara dan terlihat ketakutan. Kini semenjak di Shelter Kartar, T terlihat ceria dan mulai berani bercerita.

"Nanti yang sekolah dia (T) kan sudah sekolah lagi. Ia kan kelas 6 mau ke SMP, nanti juga pasti kami koordinasi sama ortunya, gimana SMP nya. Apakah nanti kembali sama ortunya,"tutup Ketua Kartar Fuad. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.