Rabu, 21 Okt 2026 14:49 WIB

Ternyata Ini Penyebab Siswi SMPN 1 Surabaya Loncat dari Lantai 2 Gedung Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Nov 2022 19:51 WIB
Siswi SMPN 1 yang loncat dari lantai 2 sedang didampingi petugas
Siswi SMPN 1 yang loncat dari lantai 2 sedang didampingi petugas

selalu.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya, menyebut Siswi yang sengaja meloncat dari lantai 2 gedung sekolah SMPN 1 Surabaya sering dimarahi orangtuanya lantaran berpacaran.

Hal itu membuat Siswi itu merasa mendapatkan tekanan dari orangtuanya. Sehingga, harus putus dengan pacarnya.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

"Putus sama pacarnya, tekanan mental, sering dimarahi karena pacaran," kata Kepala DP3A Surabaya, Tomi Ardiyanto, saat dihubungi, Jumat (25/11/2022).

Tomi mengatakan, rencananya Pemkot Surabaya akan membawa siswi tersebut ke shelter anak perempuan untuk mendapatkan pendampingan. Pihaknya pun sudah mendapatkan persetujuan dari orangtua siswi.

Baca Juga: Driver Ojek Online asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Surabaya

"Rencana jika sudah boleh meninggalkan RS akan kami tempatkan sementara di Selter rumah aman anak perempuan,"ujarnya

"Gak ada tekanan klien ditempatkan di Selter. Tapi jika situasi lingkungan keluarga kurang mendukung untuk proses penyembuhan psikis memang kita arahkan si anak ini untuk tinggal di rumah aman Shelter perempuan,"lanjutnya.

Saat ini, Tomi menambahkan, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan siswi dibawa ke Shelter. Mengingat, kondisi siswi tersebut masih perlu perawatan medis.

Baca Juga: Pasca Tamu Tewas dari Lantai 20, Hotel Goldvitel Surabaya Bilang Begini

"Disamping itu ada beberapa kondisi terkini yakni, untuk BPJS, di RS manapun tidak mengcover biaya pengobatan atas kejadian yang dilakukan dengan sengaja. Biaya selama pengobatan awal di RS Soewandhi menggunakan Umum, dan ditanggung oleh pihak sekolah,"jelasnya.

"Keluarga korban menginginkan dirawat di RSAL dr Ramelan, karena mempunyai asuransi mengingat ayahnya merupakan TNI AL yang bertugas di Sorong Papua. Sekarang sedang proses pemindahan klien ke RSAL Ramelan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.