Rabu, 22 Jul 2026 01:26 WIB

Pemkot Patenkan 6 Motif Batik Khas Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Nov 2022 19:17 WIB
Salah satu motif batik yang dipatenkan Pemkot Surabaya
Salah satu motif batik yang dipatenkan Pemkot Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) telah mematenkan 6 motif batik khas Surabaya.

Kepala Dinkopdag Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan bahwa Pemerintah Kota telah mematenkan 6 motif batik tersebut dari hasil pemenang lomba pengrajin Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Enam motif tersebut yakni, Sparkling Suraboyo, kintir-kintir, abiboyo, gembili wonokromo, bunga bungur. Kemudian, ngremo Surabaya yakni ada aksedoris, udeng, gamelan-gemelan.

"Khusus 6 batik ini sudah kami patenkan seminggu lalu (bulan Novemeber ini). Tetapi paling tidak (surabaya) punya ciri khas ada batik sendiri. Baru kali ini kita coba patenkan kita kenalkan batik kita pasarkan sampai ke skala nasional. "kata Yos sapaan akrabnya, saat konferensi pers Spontanz Karnival In Collaboration Batik Surabaya di Kantor Diskominfo, Senin (14/11/2022).

Pemkot Surabaya ingin memperkenalkan batik Surabaya tersebut dengan memasarkan lebih luas secara nasional maupun negara. Nantinya batik tersebut bakal dipakai konser tiga artis nasional yakni Bunga Citra Lestari, Kunto Aji, Kahitna di acara Spontanz Festival di Tunjungan Plaza pada 18 November 2022 mendatang.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Dengan begitu, Yos menyampaikan, pihaknya telah berkalaborasi dengan promotor yakni acara konser Spontanz Karnival untuk memakai sekaligus mamerkan batik khas Surabaya.

"Kalau kemarin kita butuh event kepada masyarakat Surabaya memperkenalkan kepada daerah yang ada di Gerbangkertosusila. Sekarang kita buka wacananya lebih luas lebih banyak, secara negara dan nasional itu srategi pemasaran,"ujar Yos.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Salah satu pengrajin batik Surabaya, Putu Sulistyani mengaku sangat bersyukur lantaran batik motif mereka telah dipatenlan oleh Pemkot Surabaya.

"Nantinya dengan ciri khas tersebut kami lebih gampang memasarkan bahwa ini loh batik Surabaya. Kami jadi sangat terbantu dengan dipatenkan batik Surabaya, apalagi Pemkot juga membantu dengan pemasaran"ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.