Kamis, 04 Jun 2026 12:18 WIB

Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan Diduga Dihapus, Polisi Minta Bantuan IT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Okt 2022 19:34 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedy Prasetyo
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedy Prasetyo

selalu.id - Rekaman CCTV yang ada di Stadion Kanjuruhan saat terjadinya tragedi diduga hilang. Tim Gabungan Independ Pencari Fakta menemukan kejanggalan saat meriksa video CCTV tersebut.

Menanggapi hal ini, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami hilangnya rekaman CCTV tersebut.

Baca Juga: Bahagianya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polda Jatim

Dedi menyampaikan, tim gabungan Polri dan TGIPF juga telah mengadakan rapat dan akan meminta keterangan oleh saksi ahli IT.

"Dari rapat bersama TGIPF semua masih di dalami, nanti ada ahli yang menyampaikan termasuk pihak ketiga yang pasang CCTV di stadion Kanjuruhan,"kata Dedi, kepada Wartawan, Kamis (20/10/2022).

Selain ahli IT, nantinya penyelidik juga akan meminta keterangan pihak ketiga yang memasang CCTV. Kata Dedi, hal itu merupakan arahan Deputi V Bidang Koordinator Keamanan dan Keterlibatan Masyrakat Kemenkopulkukam, Irjen Pol Armed Wijaya

"Kesepakatan rapat hari ini gitu. Arahan
dari pak Armed untuk minta keterangan saksi ahli IT dan dari pihak yang pasang CCTV," ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 319 Bandit, Sita Motor-Mobil, Emas hingga Uang Tunai

Dedi pun mengaku masih tidak mengetahui penyebab hilangnya rekaman CCTV. Pihaknya menunggu dari pemeriksaan dari pihak terkait.

"Biar Ahli yang sampaikan secara kompeten," ucap dia.

Diketahui informasi yang dihimpun oleh selalu.id, TGIPF mencurigai rekaman CCTV di
sudut-sudut saat tragedi Kanjuruhan.

Rekaman CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan tiba-tiba hilang, diduga dihapus selama 3 jam lebih.

Baca Juga: Wakapolda Jatim: Pancasila Kunci Persatuan Bangsa Hadapi Tantangan Global!

Dalam keterangan temuan TGIPF itu, pergerakan awal rangkaian Barakuda yang akan melakukan evakuasi tim Persebaya dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan itu.

"Tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit," begitu bunyi temuan TGIPF.

"Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi dan sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.