Kamis, 04 Jun 2026 05:42 WIB

Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Pemain Persebaya dan Bonek Gelar Salat Gaib

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Okt 2022 17:57 WIB
Salat gaib di Masjid Al Akbar, Surabaya
Salat gaib di Masjid Al Akbar, Surabaya

selalu.id - Pemain dan jajaran pelatih Persebaya serta ratusan bonek ikut salat gaib di Masjid Al-Albar Surabaya, Senin (3/10/2022). Mereka mendoakan para korban yang meninggal pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor mengatakan, sejumlah masyarakat dan elemen Bonek yang berjumlah sekitar 300 orang juga mengikuti salat gaib serta dzhuhur secara bersama-sama.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Tadi banyak yang pakai kaos Persebaya, ada jemaah juga sekitar 300 orang. Alhamdulillah mereka (Bonek) semangat pas kita kabari salat gaib itu, kata Helmy.

Helmy mengatakan, pihaknya menggelar salat gaib tersebut dipimpin oleh Imam Besar KH Abdul Hamid Abdulllah.

Dalam shaf jamaah terlihat pemain Persebaya seperti Dandi Maulana, Koko Ari Araya, Januar Eka Ramadhan, Altariq Ballah, Riswan Lauhin, Julian Mancini, serta pelatih Mustaqim, juga ikut dalam salat tersebut

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Kita tidak hanya mencari siapa yang salah, siapa yang tanggung jawab, kita tetap harus mendoakan. Bagaimana pun mereka kita harus mendoakan, itu kewajiban kita,"ucapnya.

Lebih lanjut Helmy menambahkan, ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Ia pun berharap agar suporter yang mengalami luka berat maupun ringan bisa segera beraktifitas kembali.

"Semoga korban meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, keluarga dikuatkan, dan bisa menjalani hari-hari seperti sebelumnya," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.