Kamis, 04 Jun 2026 07:35 WIB

Wali Kota Eri Minta Maaf ke Bupati Sidoarjo Soal Insiden Bonek Ngamuk di Stadion

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Sep 2022 14:25 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta maaf atas insiden Suporter Persebaya yang mengamuk dan merusak Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (15/9/2022) kemarin.

Eri pun mengaku juga telah meminta maaf secara langsung mewakili warga dan suporter Persebaya kepada Bupati Sidoarjo Ahmad Mudlor Ali.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kemarin Bupati Sidoarjo telpon ke saya, mewakili warga dan suporter Persebaya saya juga mohon maaf kepada Bupati Sidoarjo secara pribadi, dan seluruh warga Sidoarjo,"kata Eri, kepada selalu.id, Jumat (16/9/2022).

Dengan permintaan maaf tersebut, Eri berharap tidak merusak tali persaudaraan silaturahmi antara Warga Surabaya dan Sidoarjo.

"Tapi InsyAllah saya yakin itu karena emosi sesaat teman-teman (suporter). Saya juga meminta kepada seluruh bonek untuk menjaga nama baik Kota Surabaya,"ungkapnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Karena itu kan kota orang lain, bagaimanapun kalau stadion atau tempat kita dirusak, kita pun akan marah," tuturnya.

Eri menerangkan, meskipun kalah dipertandingan hal itu bisa terjadi. Sehingga, ketika menyuarakan keinginan kepada manajemen bisa disampaikan secara tulis atau surat menyurat.

"Saya minta tolong sekali, jaga Kota orang lain, pertandingannya Persebaya, kita yang merusak stadion orang lain. Jadi saya sedih kalau bonek diejek jelekan, karena bonek banyak yang baik,"terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Lebih lanjut Eri menambahkan, kejadian tersebut jangan sampai terulang lagi. Ia pun berharap nama Bonek kembali baik di kancah nasional.

" Ayok kita bisa kembalikan lagi nama bonek di kancah nasional, kalau bonek itu sudah tidak merusak. Marwah bonek harus kita jaga,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.