Kamis, 04 Jun 2026 07:56 WIB

Fraksi Golkar Surabaya Minta PSSI Turunkan Harga Tiket Kualifikasi Piala AFC U20

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Sep 2022 13:47 WIB
Stadion Gelora Bung Tomo
Stadion Gelora Bung Tomo

selalu.id - Harga tiket pertandingan kualifikasi Piala AFC U20 yang digelar di Stadion, Gelora Bung Tomo, Surabaya dianggap terlalu mahal dengan sederet kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni.

Diketahui harga tiket termurah Rp 75.000 dan termahal Rp 250.000.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Toni, sapaan akrab Arif Fathoni menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya selaku pemilik Stadion GBT sudah menggratiskan biaya sewa venue utama dan venue latihan selama pergelaran Kualifikasi Piala Asia U-20.

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga ikut membiayai transportasi dan akomodasi peserta dari empat negara itu.

"Menariknya walaupun sewa stadion sudah gratis, PSSI justru mematok harga tiket termurah sebesar Rp 75.000 dan termahal Rp 250.000," keluhnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Toni berharap PSSI sebagai pelaksana dapat memberi kelonggaran kepada masyarakat yang ingin menonton pertandingan tersebut dengan menurunkan harga tiket.

"Saya berharap PSSI membuka telinga atas keluhan berbagai penggila bola di Surabaya dengan menurunkan harga tiket kelas ekonomi dari Rp 75.000 menjadi Rp 50.000. Antusiasme warga cukup tinggi untuk mendukung laga Timnas. Kehadiran penonton dalam jumlah banyak bisa menambah energi pasukan garuda muda kita dalam mengalahkan Hongkong dan Vietnam nanti," jelasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Timnas, lanjut Toni diharapkan membuat kebijakan khusus demi kemenangan tim yang dibanggakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita memang masuk dalam fase industri sepak bola, biar club liga yang menjalankan itu, soal Timnas, mohon PSSI menerapkan kebijakan khusus demi Bangsa dan Negara," pungkasnya.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.