Kamis, 03 Sep 2026 13:02 WIB

Jurnalis selalu.id Terkena Gas Air Mata saat Liput Bonek Luruk Kantor Persebaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 22:37 WIB
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata

selalu.id - Ade Resty, Jurnalis selalu.id jadi korban gas air mata saat meliput massa Bonek menggeruduk kantor Persebaya yang berlokasi di Surabaya Town Square (Sutos), Kamis (15/9/2022).

Jurnalis perempuan ini menceritakan awal dirinya terkena gas air mata yang dilontarkan polisi dengan maksud untuk membubarkan massa Bonek.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Awalnya saya datang ke lokasi dan langsung memarkirkan motor di tempat parkir yang berseberangan dengan mal Sutos. Setelah motor terparkir, saya bergegas menuju ke kerumunan untuk mengambil gambar," ujarnya.

Ade tidak menyadari dirinya saat itu berbaur dengan massa Bonek yang hendak dibubarkan oleh polisi.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba ada semacam letupan dan mengenai leher dan terasa panas. Tak lama berselang mata rasanya perih dan tidak bisa melihat," jelasnya.

Di tengah kondisi bingung lantaran tak bisa membuka mata, Ade hanya berdiri dan mendengar massa berlarian.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Beruntung ada satu rekan jurnalis yang menggandeng saya dan membawa ke tepian," tambahnya.

Kondisi chaos ini membuat jurnalis muda ini kebingungan, beruntung rekan sesama jurnalis berhasil membawa Ade menjauh dari kerumunan.

"Setelah jauh dari kerumunan, kemudian saya minta air untuk membasuh mata yang terasa sangat perih tersebut dan Alhamdulillah keadaan berangsur membaik," bebernya.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Peristiwa ini bagi Ade adalah sesuatu yang baru, dirinya mengaku mengambil pelajaran saat melakukan tugas jurnalistik terutama di kondisi-kondisi rawan konflik.

"Pelajaran berharga sekaligus pengalaman buat saya," tutupnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.