Kamis, 04 Jun 2026 05:42 WIB

Jurnalis selalu.id Terkena Gas Air Mata saat Liput Bonek Luruk Kantor Persebaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 22:37 WIB
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata

selalu.id - Ade Resty, Jurnalis selalu.id jadi korban gas air mata saat meliput massa Bonek menggeruduk kantor Persebaya yang berlokasi di Surabaya Town Square (Sutos), Kamis (15/9/2022).

Jurnalis perempuan ini menceritakan awal dirinya terkena gas air mata yang dilontarkan polisi dengan maksud untuk membubarkan massa Bonek.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Awalnya saya datang ke lokasi dan langsung memarkirkan motor di tempat parkir yang berseberangan dengan mal Sutos. Setelah motor terparkir, saya bergegas menuju ke kerumunan untuk mengambil gambar," ujarnya.

Ade tidak menyadari dirinya saat itu berbaur dengan massa Bonek yang hendak dibubarkan oleh polisi.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba ada semacam letupan dan mengenai leher dan terasa panas. Tak lama berselang mata rasanya perih dan tidak bisa melihat," jelasnya.

Di tengah kondisi bingung lantaran tak bisa membuka mata, Ade hanya berdiri dan mendengar massa berlarian.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Beruntung ada satu rekan jurnalis yang menggandeng saya dan membawa ke tepian," tambahnya.

Kondisi chaos ini membuat jurnalis muda ini kebingungan, beruntung rekan sesama jurnalis berhasil membawa Ade menjauh dari kerumunan.

"Setelah jauh dari kerumunan, kemudian saya minta air untuk membasuh mata yang terasa sangat perih tersebut dan Alhamdulillah keadaan berangsur membaik," bebernya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Peristiwa ini bagi Ade adalah sesuatu yang baru, dirinya mengaku mengambil pelajaran saat melakukan tugas jurnalistik terutama di kondisi-kondisi rawan konflik.

"Pelajaran berharga sekaligus pengalaman buat saya," tutupnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.