Senin, 20 Jul 2026 08:31 WIB

Jurnalis selalu.id Terkena Gas Air Mata saat Liput Bonek Luruk Kantor Persebaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Sep 2022 22:37 WIB
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata
Ade Resty (kanan) saat ditolong rekan jurnalis usai terkena gas air mata

selalu.id - Ade Resty, Jurnalis selalu.id jadi korban gas air mata saat meliput massa Bonek menggeruduk kantor Persebaya yang berlokasi di Surabaya Town Square (Sutos), Kamis (15/9/2022).

Jurnalis perempuan ini menceritakan awal dirinya terkena gas air mata yang dilontarkan polisi dengan maksud untuk membubarkan massa Bonek.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Awalnya saya datang ke lokasi dan langsung memarkirkan motor di tempat parkir yang berseberangan dengan mal Sutos. Setelah motor terparkir, saya bergegas menuju ke kerumunan untuk mengambil gambar," ujarnya.

Ade tidak menyadari dirinya saat itu berbaur dengan massa Bonek yang hendak dibubarkan oleh polisi.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba ada semacam letupan dan mengenai leher dan terasa panas. Tak lama berselang mata rasanya perih dan tidak bisa melihat," jelasnya.

Di tengah kondisi bingung lantaran tak bisa membuka mata, Ade hanya berdiri dan mendengar massa berlarian.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

"Beruntung ada satu rekan jurnalis yang menggandeng saya dan membawa ke tepian," tambahnya.

Kondisi chaos ini membuat jurnalis muda ini kebingungan, beruntung rekan sesama jurnalis berhasil membawa Ade menjauh dari kerumunan.

"Setelah jauh dari kerumunan, kemudian saya minta air untuk membasuh mata yang terasa sangat perih tersebut dan Alhamdulillah keadaan berangsur membaik," bebernya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Peristiwa ini bagi Ade adalah sesuatu yang baru, dirinya mengaku mengambil pelajaran saat melakukan tugas jurnalistik terutama di kondisi-kondisi rawan konflik.

"Pelajaran berharga sekaligus pengalaman buat saya," tutupnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.