Kamis, 04 Jun 2026 07:36 WIB

Pesawat Latih TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Ditemukan di Kedalaman 15 Meter

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Sep 2022 09:42 WIB
Panglima Koarmada II, Laksda TNI AL Hutabarat.
Panglima Koarmada II, Laksda TNI AL Hutabarat.

selalu.id - Pesawal Latih TNI Angkatan Laut T-2503 jenis Bonanza G36 yang jatuh di perairan Selat Madura ditemukan di kedalaman 15 meter dari permukaan laut, Kamis (8/9/2022).

"Kita sudah menemukan pesawat T-2503 yang berada dibawah permukaan air kurang lebih 15 meter, saat ini kita upayakan mengangkat pesawat tersebut,"kata Panglima Koarmada II, Laksda TNI AL Hutabarat.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Hutabarat mengatakan, peristiwa jatuhnya pesawat latih tersebut berawal dari kegiatan latihan operasional kesiapsiagaan yang dilakukan, Rabu (7/9/2022) kemarin.

"Karena peristiwa itu terjadi, kami merubah latihan tersebut menjadi operasi Search and Rescue (SAR) yang dipimpin langsung Koarmada II,"ujarnya.

"Saat ini kami upayakan mengangkat pesawat ini, dibantu oleh 7 Kapal KRI, 3 tim penyelam dan 2 tim Ops paska,"imbuhnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Diberitakan sebelumnya, kronologi pesawat tersebut jatuh, berawal dari informasi MCC tower Bandara Internasional Juanda Surabaya menyampaikan bahwa telah terjadi lost contact pesawat milik TNI AL.

"Pukul 08.45 WIB Pesawat latih TNI AL T-2503 Bonanza G-36 take off dari bandara Juanda dengan rute lokasi area Surabaya,"kata Kadispen Koarmada II , Asep Aryansyah, melalui keterangannya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Pesawat yang dikendarai dua awak yakni pilot bernama Yudistira dan Co Pilot Dendi hilang kontak pukul 08.55 WIB di perairan Laut Selat Madura

"Hilang kontak diantara perairan Bangkalan Madura dan Gresik," pungkas Asep. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.