Kamis, 04 Jun 2026 06:56 WIB

Truk Penyiram Tanaman Milik Pemkot Surabaya Ambil Air dari Got, Netizen Heran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Agu 2022 16:07 WIB
Postingan Twitter akun @mansursetiawan
Postingan Twitter akun @mansursetiawan

selalu.id - Sebuah akun twitter memnunggah video yang memperlihatkan truk penyiram tanaman yang disebut milik Pemkot Surabaya sedang mengambil air dari selokan atau got.

Akun dengan nama @mansursetiawan tersebut menggunggah video berdurasi 7 detik dengan dibubuhi kalimat keheranan atas kondisi tersebut.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Nyiram taman ternyata (pakai) air got, aku pikir air sungai," tulisnya, Jumat (25/8/2022).

Salah satu netizen twitter @rasberry_2204 membalas postingan tersebut. Menurutnya, air got justru bagus untuk pupuk cair alami. Sebab, air got banyak mengandung nitrogen atau amonium dan Fosfat.

Air got tersebut, menurutnya juga memiliki senyawa organik yang dibutuhkan akar tanaman.

"Tergantung DAS sungainya kalau banyak industri ya lebih komplek, kalau sungainya macem swiss ya beda lagi. Secara umum air got di kota jadi tampungannya limbah domestik yang notabene banyak filler dari deterjen, sabun, dan sejenisnya,"balasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Hal yang sama disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, air got atau air sungai itu mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman.

"Air dari selokan (got) itu banyak mengandung unsur hara yg diperlukan tanaman,"kata Hebi, saat dihubungi selalu.id, Jumat (26/8/2022).

Hebi mengatakan, air yang diambil dari sungai ataupun got banyak amonia (limbah cair) atau pupuk basah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Hebi menerangkan, air sungai atau air got itu merupakan pupuk basah karena terdapat unsur (N) nitrat dan (P) fosfat di sungai.

"Kalau pakai air PDAM malah bahaya, ada tawas, tidak bagus untuk tanaman, yang bagus memang air sumur, tapi air sumur kan susah. Air kencing kita itu mengandung unsur nitrat dan fosfat, malah bagus, air got juga bagus," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.