Kisah Mensos Risma Upayakan Renovasi Rumah Warga yang Ambruk Diterjang Badai
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 23 Agu 2022 10:44 WIB
selalu.id - Senyum Usriah mengembang melayani pembeli di Warung dengan berdinding batu bata yang menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari gula, beras, sabun cuci piring, sampai dengan snack untuk anak-anak. Warung itu adalah hasil bantuan dari Kemensos setelah ambruk terkena hujan badai pada tahun 2021 silam.
Perempuan 48 tahun warga RT 03 RW 02 Pesantren, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu tak menyangka, rumah miliknya kembali berdiri, dan bahkan sekarang ada warungnya.
Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun
"Ndak tau harus bicara apa, Alhamdulillah Ya Allah. Saya, suami beserta anak-anak kini dapat hidup dengan nyaman dan aman," syukurnya.
Ibu tiga anak ini masih ingat, awal tahun 2021 rumah sederhana miliknya ambruk diterjang hujan badai.
Insiden itu menjadi pukulan berat. Dengan ekomoni pas-pasan, sulit bagi Usriah merenovasi rumah. Jangankan renovasi, untuk mendukung biaya hidup saja, sudah berat. Dengan hanya mengandalkan pemasukan dari berdagang gorengan, dan tambahan sedikit dari usaha suaminya Tadi, berdagang tempe keliling, bisa makan saja sudah syukur.
"Sempat sakit mikirin ini, ndak tau harus bagaimana, bingung. Kami orang nggak mampu. Mau dirikan rumah pake apa. Kasian anak-anak," katanya menjelaskan.
Namun keberuntungan masih berpihak kepada keluarga ini. Nama Usriah masuk sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Kebetulan, pada bulan April 2022, Presiden Joko Widodo berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Pasar Harjamukti, Kota Cirebon.
Presiden hadir untuk menyerahkan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan yang diserahkan antara lain Bantuan Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng kepada para peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
Usriah adalah satu dari 100-an penerima bantuan yang dihadirkan di Pasar Harjamukti. Seperti biasa, selama penyerahan bantuan, Presiden juga berdialog dengan penerima manfaat. Tak terkecuali, ada dialog kecil antara Usriah dan Presiden.
Saat itulah terungkap permintaan kepada Presiden agar diberikan bantuan renovasi rumah untuk Usriah. Mendengar permintaan itu, Presiden menginstruksikan agar jajaran kementerian terkait membantu Usriah.
"Saya tak menyangka, permintaan saya dikabulkan. Seperti sekarang terlihat, rumah saya sudah diperbaiki dan malah dibangunkan warung dan isinya," katanya.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping
Usriah menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mendengar kesulitan hidupnya dan datang dengan bantuan.
Atas arahan Mensos, Usriah dan keluarga menerima bantuan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS Rutilahu). Rumah mereka telah direnovasi dengan jangka pembangunan selama kurang lebih 2 minggu di bulan Mei 2022.
Adapun bangunan utama rumah terdiri dari tiga kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Rumah ini telah menjelma menjadi hunian yang nyaman bagi lima orang anggota keluarga.
Selain itu, Usriah juga mendapatkan bantuan berupa pembangunan warung dengan atap dan dinding permanen sebagai tempat usaha yang menyatu dengan rumah utama. Kini Usriah dapat tinggal dengan nyaman sambil berdagang di rumahnya. Total bantuan Kemensos kepada Usriah berupa renovasi rumah, warung serta isinya sebesar Rp50 juta.
Usaha warung yang menjadi mata pencahariannya kini mampu meningkatkan taraf perekonomian keluarganya. Usriah sehari hari berjualan sembako dan barang kebutuhan rumah tangga untuk warga sekitar.
Sejak mulai beroperasi 3 Juni 2022, warung Usriah sudah mampu memutar omset Rp200 ribu/hari.
Baca Juga: Tak Tertib Adminduk, Pemkot Surabaya Sebut Seribu Data Kematian Belum Dilaporkan
"Hasil keuntungannya sekarang dapat menghidupi keluarga saya sehari-hari," ucap Usriah sumringah.
Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto mengatakan pembangunan Rutilahu sekaligus tempat usaha memperhatikan syarat kelayakan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga.
"Konsep pembangunan Rutilahu adalah rumah layak huni yang wajib memenuhi syarat kesehatan dan keamanan bagi seluruh anggota keluarga, sekaligus berfungsi sebagai rumah produktif. Rumah yang dapat diperuntukkan bagi peningkatan perekonomian keluarga," ucapnya.
"Jika ada anaknya, maka rumah tersebut harus ramah anak. Jika ada lansianya, maka rumah tersebut juga harus ramah lansia, begitu pun jika ada disabilitasnya," kata Edi Suharto.
Program RS Rutilahu terus direalisasikan, tidak saja di wilayah Kota Ciebon, Provinsi Jawa Barat namun menyasar seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat tidak mampu dalam memenuhi hak untuk dapat memiliki tempat tinggal yang layak.(SL1)
Editor : Redaksi