Selasa, 21 Jul 2026 19:56 WIB

Pemkot Surabaya Beri Pelatihan 21 Driver Ojek Online Wanita

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Agu 2022 18:05 WIB
Pelatihan menyablon Ojol perempuan
Pelatihan menyablon Ojol perempuan

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan pelatihan kepada Ojek Online (Ojol) perempuan, agar mendapatkan penghasilan tambahan setiap bulannya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, Pemkot terus berupaya untuk melakukan pemberdayaan terhadap pengemudi ojol perempuan di Surabaya.

Baca Juga: Perkuat Budaya K3, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Ngobras  

Anna menyampaikan, Pemkot memberikan pelatihan dan fasilitasi diberbagai keahlian yakni pelatihan menjahit, menyablon dan membuat kue.

"Pak Wali Kota Eri Cahyadi memberikan modal usaha berupa peralatan. Ini yang belum dilatih ada 21 pengemudi ojol perempuan yang memilih pelatihan sablon. Kita gelar selama tiga hari ke depan, jadi mereka akan langsung praktek teknik sablon," kata Anna, Jumat (19/8/2022).

Tak hanya pelatihan, Anna juga menggelar perlombaan hasil sablon para Ojol perempuan tersebut pada 20 Agustus 2022 nanti.

Dinsos Surabaya juga akan terus berkoordinasi dengan para instruktur mengenai kebutuhan lanjutan bagi para pengemudi ojol perempuan.

"Tadi saya sudah berkoordinasi dengan instruktur, apa yang bisa dilakukan dengan alat sederhana yang mereka miliki saat ini? Karena alat ini akan langsung dibawa pulang. Insya Allah mereka sudah menerima orderan, seperti menyablon tas kantong belanja, kardus, dan map," ujarnya.

Baca Juga: Di Pelatihan E-Commerce, Bupati Rusdi Sutejo Ajak UMKM Pasuruan Cuan dari Platform Digital

Sebelumnya, Dinsos juga telah menggelar dua jenis pelatihan, yakni menjahit dan membuat kue.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya untuk memberikan orderan kepada para pengemudi ojol perempuan yang mengikuti pelatihan menjahit.

"Kemudian untuk pelatihan pembuatan kue, hari ini saya juga sudah berkomunikasi dengan Surabaya Hotel School (SHS), untuk membantu untuk packing kue tersebut,"tuturnya.

Baca Juga: Lewat Seminar Jurnalistik, Adies Kadir Dorong Mahasiswa jadi Influencer Berintegritas

"Kemarin pelatihan membuat kue telah mengikuti kelas premium, jadi pangsa pasarnya jelas atau daya jualnya memiliki potensi yang lebih besar," tambahnya.

Sementara itu, Vidia Krismala (48) ojol perempuan warga kawasan Jalan Kapas Madya, berhadap dengan adanya pelatihan bagi para pengemudi ojol perempuan bisa mengurangi pekerjaan di luar rumah.

"Jadi bisa mengurangi pekerjaan kita dijalan. Kita bisa menghasilkan atau membantu keuangan keluarga, karena sejak awal saya tidak ingin bekerja di jalanan terus. Kita bisa bekerja sambil mengawasi anak-anak di rumah, jadi bisa berbagi waktu," ungkapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.