Kamis, 04 Jun 2026 21:39 WIB

Teteskan Air Mata, Ekspresi Wali Kota Risma saat Terima Bantuan Alkes dari Badan Intelijen Negara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2020 19:34 WIB

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan 2 unit mobil laboratorium dan alat kesehatan (alkes) dari Badan Intelijen Negara (BIN). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara, Komjen. Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Jumat (29/5/2020).

Dalam kesempatan itu, dengan penuh haru Wali Kota Risma berterima kasih sedalam-dalamnya kepada semua jajaran BIN atas dukungan dan bantuannya. Sebelumnya, ia tidak mengira bahwa bantuan yang diberikan kepada pemkot selengkap dan sebanyak ini.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Gusti Allah yang balas. Saya benar-benar berterima kasih. Terus terang selama ini hasil swab paling cepat keluar satu minggu,” kata Wali Kota Risma mengawali sambutan sembari menitikkan air mata haru.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan peletakan alat atau mobil laboratorium. Rencananya, akan diletakkan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Sebab, dibutuhkan ruangan khusus untuk mengoperasikan laboratorium tersebut.

“Kita akan rundingkan hari ini pemasangannya, karena ruangannya harus khusus," terangnya.

Menurutnya, laboratorium tersebut teramat membantu dalam memutus mata rantai penyebaran Covi-19 yang ada di Kota Surabaya. Pasalnya, dalam sehari, kapasitas laboratorim tersebut bisa mencapai sekitar 500, sehingga dapat mempercepat dalam mendapatkan hasil.

“Nah, dari situ tentunya bisa lebih mempercepat antisipasi juga,” ujar dia.

Wali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini pum merinci bantuan apa saja yang diterimanya dari BIN. Di antaranya, yakni Real Time PCR 2 unit, Reagent PCR 5000 test, VTM (Virus Transport Media) 5000 unit, Laminar Airflow Cabinet I unit, PCR Box 1 unit, Vortex 2 unit, Mini Centrifuge My SPIN 12 Mini Centrifuge 3 unit, Refrigerator 2-8° C 1 unit, Freezer -20° C 1 unit, Mikropipette Set 3 unit, Bio Safety Cabinet 2 unit, Automatice Extraction Machine + Biotecon 2 unit, Refrigerated Centrifuge 1 unit, Autoclave 1 unit, Thermal Mixer 1 unit, Thermal Block 1 unit, Oven, 1 unit, dan Freezer -80° C 1 unit.

“Serta 8.000 alat pelindung diri (APD). Kalau tidak percaya ayo kita buka kardusnya. Itu ada isinya bukan kosongan,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Ia pun memastikan bantuan APD itu langsung ditata dan didistribusikan kepada beberapa rumah sakit. Baik yang rujukan Covid-19 maupun non rujukan.

“Langsung saya bagikan APD. Karena ini nyawanya mereka (tim medis) berapapun jumlahnya,” urainya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara Komjen Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo mengatakan, atas perintah Kepala BIN, ia berusaha untuk mengambil langkah cepat dalam pelacakan, pemetaan, serta langkah-langkah dalam memutus pademi global.

“Di antaranya dengan menghadirkan laboratorium, alat rapid test, swab, APD, maupun alat pendukung lainnya,” kata Bambang sapaan akrab Bambang Sunarwibowo.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Menurut dia, di kondisi saat ini setiap individu memilki peran penting serta kontribusi dalam menambah atau mengurangi angka dari penyebaran Covid-19. Oleh karenanya, ia berharap warga juga tetap dispilin dan menerapkan protokol-protokol kesehatan.

“Jika tadi sudah berlangsung di Siola rapid test massal hasilnya 40 persen warga reaktif,” jelasnya.

Namun begitu, pihaknya juga berharap, berbagai bantuan yang telah dikirim itu, dapat segera dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

"Setelah ini dapat dikembangkan untuk membantu mengurangi angka penyebaran,” pungkas dia

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.