Rabu, 22 Jul 2026 19:07 WIB

ITS Surabaya Buka Program Studi Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jun 2022 15:49 WIB
Mahasisa Prodi Kesehatan di ITS Surabaya
Mahasisa Prodi Kesehatan di ITS Surabaya

selalu.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuka program studi (prodi) baru untuk jenjang sarjana (S1) yakni Teknologi Kedokteran yang merupakan pengembangan dari prodi Teknik Biomedik.

Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari, mengatakan bahwa ITS secara resmi membuka prodi S1 Teknologi Kedokteran mulai tahun ajaran 2022/2023 ini.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Prof Ashari, menyampaikan prodi Teknologi Kedokteran ini nantinya akan berada di bawah naungan Departemen Teknik Biomedik.

"Selain Teknik Telekomunikasi, ITS juga membuka prodi baru Teknologi Kedokteran melalui jalur Mandiri dan Kemitraan mulai tahun ini," kata Ashari, Jumat (10/6/2022).

Menurutnya, ITS harus bisa memperluas bidang keilmuannya, tidak hanya di bidang teknologi dan sains tetapi juga di bidang kesehatan.

Ia juga menyebut bahwa bidang kesehatan tidak hanya prodi Kedokteran, tetapi juga Teknologi Kedokteran.

Selain Teknologi Kedokteran, ke depannya ITS juga akan meluncurkan prodi rumpun kesehatan lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kepala Departemen Teknik Biomedik, Achmad Arifin, menambahkan bahwa disiplin ilmu teknologi kesehatan di ITS sudah dicetuskan sejak tahun 1984.

Kemudian ITS memulai membuka departemen disiplin ilmu teknologi kesehatan pertama yakni Teknik Biomedik. Lalu, tahun 2022 ini, Teknik Biomedik berkembang dengan terbentuknya prodi Teknologi Kedokteran.

Dosen yang biasa disapa Arifin ini menekankan bahwa perbedaan Teknik Biomedik dengan Teknologi Kedokteran adalah implementasi disiplin ilmu tersebut.

Arifin menjelaskan, teknik Biomedik memiliki ranah pembuatan dan pengembangan aspek teknologi dan riset, sedangkan teknologi kedokteran lebih ke ranah pengaplikasian teknologi yang dibuat.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Karena masih serumpun, para siswa yang tertarik pada elektronika dan kesehatan dapat mengikuti seleksi kemitraan dan mandiri ITS," jelasnya.

Rencananya, angkatan pertama prodi S1 Teknologi Kedokteran akan berjumlah 40 mahasiswa dengan menggunakan gedung Subdirektorat Koordinasi Perkuliahan Bersama (SKPB) untuk menjalankan kuliah nantinya.

Selain itu, untuk laboratorium kedokteran seperti anatomi dan fisiologi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga dan untuk laboratorium mata kuliah fisika, kimia, dan biologi berlokasi di ITS.

Lebih lanjut, Arifin membeberkan bahwa gambaran perkuliahan mahasiswa Teknologi Kedokteran di ITS. Pada tahun pertama, kurikulum yang digunakan mirip dengan Teknik Biomedik.

"Nantinya, tahun kedua hingga tahun akhir, mahasiswa akan difasilitasi untuk lebih banyak praktik langsung bersama dokter, seperti pengoperasian alat kesehatan secara langsung kepada pasien,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.