Kamis, 04 Jun 2026 23:20 WIB

Reshuffle Ansor Jatim, Gus Mufa Ditunjuk sebagai Bendahara

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jun 2022 22:09 WIB
Gus Muhammad Fawait (paling kanan), saat menjadi tuan rumah Pelatihan Kader Lanjutan GP Ansor Kencong di Ponpes Nurul Chotib, Al Qodiri IV, Kencong, Jember. foto: istimewa.
Gus Muhammad Fawait (paling kanan), saat menjadi tuan rumah Pelatihan Kader Lanjutan GP Ansor Kencong di Ponpes Nurul Chotib, Al Qodiri IV, Kencong, Jember. foto: istimewa.

selalu.id - Gerbong organisasi Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur kembali bergerak. Pimpinan Pusat GP Ansor melakukan reshuffle struktur pengurus harian GP Ansor Jatim. Sekretaris Wilayah yang sebelumnya dijabat Ghufron Sirodj bergerak ke Hasan Bisri yang merupakan orang lama di jajaran Ansor Jatim. Sementara Ghufron dirotasi menjadi Wakil Ketua.

Yang mengejutkan, masuknya wajah-wajah baru, Muhammad Fawait sebagai Bendahara Wilayah Ansor Jatim. Tokoh muda NU itu menggantikan Fandi Ahmad Yani, Bupati Gresik yang kemudian bergerak menjadi Wakil Ketua. Sementara Ketua PW Ansor Jatim tetap dijabat Syafiq Syauqi.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Ini adalah amanah sekaligus kehormatan dan kewajiban pengabdian bagi saya. Sebenarnya, di Ansor saya tidak baru juga, karena sebelumnya sudah menjadi Penasehat GP Ansor Cabang Kencong," terang Muhammad Fawait, Senin (06/06/2022).

Sebagai politikus milenial, pria yang akrab disapa Gus Mufa ini punya jam terbang yang tinggi. Itu bisa dilihat dari sejumlah jabatan yang ia emban saat ini. Mulai Wakil Bendahara RMI PWNU Jawa Timur, Penasehat PC GP Ansor Kencong, Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jatim, Presiden Laskar Sholawat Nusantara, Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, hingga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. Di Ansor pun, Gus Mufa melewati proses pengkaderan dengan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan atau PKL.

Gus Mufa tercatat sebagai anggota DPRD Jatim termuda periode 2014 - 2019 dan Ketua Komisi termuda. Saat ini, ia juga adalah Ketua Fraksi paling muda di DPRD Jatim. Menurutnya, semua jabatan yang ia pangku saat ini, temasuk Bendahara GP Ansor ada benang merah dengan latarbelakangnya sebagai Nahdliyin.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Sesuai latarbelakang keluarga yang berasal dari pesantren dan Nahdliyin, saya punya benang merah dengan GP Ansor yang mempunyai visi NKRI harga mati. Saya yakin selama NKRI berdiri ajaran Aswaja An Nahdliyah akan semakin berkembang di bumi nusantara," ujar pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV itu.

Anggota DPRD Jatim peraih suara terbanyak pada pemilu 2019 ini ditunjuk sebagai Bendahara GP Ansor Jatim untuk sisa masa khidmat 2019 - 2023 atau sekitar satu tahun. Menurutnya pendeknya masa khidmat tidak menjadi persoalan, karena ini adalah sebuah pengabdian.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Bagi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2020 versi Forkom Jurnalis Nahdliyin tersebut, saat ini yang menjadi prioritasnya adalah melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Karena jabatan adalah tanggungjawab yang harus dilaksanakan sesuai aturan organisasi.

"Bismillah, saya akan laksanakan amanah sebagai Bendahara Ansor Jatim dengan penuh tanggungjawab. Panjang atau pendeknya masa jabatan bukan masalah, yang penting bisa mengemban amanah dengan baik dan sukses," pungkas alumnus Unair dan UGM ini. (SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.