Kamis, 04 Jun 2026 11:59 WIB

Pengamat Sebut Partai Buruh Berpotensi Lolos Parlemen, Asalkan Terapkan ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Mei 2022 16:13 WIB
Demo Partai Buruh
Demo Partai Buruh

selalu.id - Ratusan massa dari partai buruh menggelar aksi di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi tersebut dalam memperingati hari buruh, Sabtu (14/5/2022) kemarin. Mereka mereka optimis bisa masuk Parlemen pada Pemilu 2024 nanti.

Pengamat politik, Dekan Fakultas Ilu Sosial dan Ilnu Politik (Fisik) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan, Partai buruh memiliki massa yang potensial untuk lolos di Parlemen.

Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

Surokim menyampaikan, bukan hanya massa saja yang harus dimiliki, ada hal-hal yang mesti diperhatikan Partai buruh jika ingin maju ke Parlemen. Kata dia, Partai buruh harus serius jika ingin maju ke Parlemen. Mereka benar-benar menguatkan menejemen partai secara internal.

"Harus ada keseriusan, jangan hanya mengandalkan nama saja, tapi juga diikuti managemen partai yang serius, termasuk salah satunya lolos verifikasi faktual menjadi peserta pemilu," ujarnya Surokim, Minggu (15/5/2022).

Ia menyebut, jika partai ingin masuk ke Perlammen, tidak hanya butuh dukungan masa yang besar. Tapi juga dukungan biaya dan infrastruktur.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Partai Buruh belum konsolidasi hingga kearah sana, apalagi munculnya dualisme Partai Buruh malah semakin menggembosi, menurut saya, problem internal harus selesai dulu," jelasnya.

Lebih lanjut, Surokim menjelaskan bahwa Partai Buruh harus konsolidasi untuk mematangkan internal partai. Maka Partai Buruh bisa ekspansif.

"Belum konsolidasi saja Partai Buruh sudah bermasalah, apalagi penyiapan infrastruktur yang lain," jelasnya.

Baca Juga: PDIP Kunci Struktural Jatim, Ini Daftar 38 Ketua DPC yang Ditetapkan Serentak

Bukan hanya itu, ketokohan juga penting sebagai modal Partai agar bisa besar. Mengingat selama ini, Partai besar di Indonesia selalu mengandalkan ketokohan.

"Kalau belajar dari partai-partai besar bisa bekembang baik, itu bisa jadi modal, sejauh ini belum ada tokoh di Buruh yang bisa muncul. Itu juga menjadi problem dari Partai Buruh," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.