Rabu, 22 Jul 2026 04:21 WIB

Pengamat Sebut Partai Buruh Berpotensi Lolos Parlemen, Asalkan Terapkan ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Mei 2022 16:13 WIB
Demo Partai Buruh
Demo Partai Buruh

selalu.id - Ratusan massa dari partai buruh menggelar aksi di sejumlah daerah di Indonesia. Aksi tersebut dalam memperingati hari buruh, Sabtu (14/5/2022) kemarin. Mereka mereka optimis bisa masuk Parlemen pada Pemilu 2024 nanti.

Pengamat politik, Dekan Fakultas Ilu Sosial dan Ilnu Politik (Fisik) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan, Partai buruh memiliki massa yang potensial untuk lolos di Parlemen.

Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

Surokim menyampaikan, bukan hanya massa saja yang harus dimiliki, ada hal-hal yang mesti diperhatikan Partai buruh jika ingin maju ke Parlemen. Kata dia, Partai buruh harus serius jika ingin maju ke Parlemen. Mereka benar-benar menguatkan menejemen partai secara internal.

"Harus ada keseriusan, jangan hanya mengandalkan nama saja, tapi juga diikuti managemen partai yang serius, termasuk salah satunya lolos verifikasi faktual menjadi peserta pemilu," ujarnya Surokim, Minggu (15/5/2022).

Ia menyebut, jika partai ingin masuk ke Perlammen, tidak hanya butuh dukungan masa yang besar. Tapi juga dukungan biaya dan infrastruktur.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Partai Buruh belum konsolidasi hingga kearah sana, apalagi munculnya dualisme Partai Buruh malah semakin menggembosi, menurut saya, problem internal harus selesai dulu," jelasnya.

Lebih lanjut, Surokim menjelaskan bahwa Partai Buruh harus konsolidasi untuk mematangkan internal partai. Maka Partai Buruh bisa ekspansif.

"Belum konsolidasi saja Partai Buruh sudah bermasalah, apalagi penyiapan infrastruktur yang lain," jelasnya.

Baca Juga: PDIP Kunci Struktural Jatim, Ini Daftar 38 Ketua DPC yang Ditetapkan Serentak

Bukan hanya itu, ketokohan juga penting sebagai modal Partai agar bisa besar. Mengingat selama ini, Partai besar di Indonesia selalu mengandalkan ketokohan.

"Kalau belajar dari partai-partai besar bisa bekembang baik, itu bisa jadi modal, sejauh ini belum ada tokoh di Buruh yang bisa muncul. Itu juga menjadi problem dari Partai Buruh," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.