Rabu, 22 Jul 2026 19:22 WIB

Warga Surabaya Antusias Salat Idul Fitri di Balai Kota Bersama Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Mei 2022 08:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat berfoto bersa warga
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat berfoto bersa warga

selalu.id - Balai Kota Surabaya kembali menggelar Salat Idul Fitri 1443 H, Senin (2/5/2022) setelah 2 tahun vakum karena pandemi covid-19. Salat Idul Fitri di Taman Surya ini sudah tidak ada lagi peraturan perbatasan atau jarak.

Dari pantauan selalu.id, terlihat warga Surabaya pukul 5.00 WIB pagi mulai berbondong-bondong menuju Balai Kota Surabaya, tampak kegembiraan warga bersama keluarganya masing-masing.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Takbiran berkumandang terdengar di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya hingga pukul 6.00 WIB pagi. Para jemaah mulai bersiap melaksanakan salat yang dipimpin, Imam Ustad Ahmad Satun, dengan Khatib Abuya Muftahil Lutfi Muhammad.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ikut melaksanakan Salat Idul Fitri di Taman Surya Balai Kota tersebut. Eri mengaku senang melihat warganya bisa kembali merayakan momen idul fitri dengan Salat berjamaah

"Alhamdulilah setelah 2 tahun vakum, hari ini kita melaksanakan Salat Idul Fitri, dengan ini kita mensyukuri semoga dengan ini maka kita bisa menjaga kota Surabaya dari pandemi," kata Eri saat ditemui selalu.id usai Salat Id.

Eri mengungkapkan antusiasme masyarakat pada momen Idul Fitri kali ini, beharap akan menjadi tonggak semangat masyarakat untuk kembali menggerakkan Ekonomi di Kota Surabaya.

Setelah mengikuti salat di Taman Surya, Eri berencana akan melanjutkan agenda untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan sanak saudara. Eri pun juga mengatakan, dirinya tidak menerima open house karena masih pandemi.

"Saya juga tidak mudik karena saya asli Kawatan Surabaya, jadi kami ya berputarnya di Kota Surabaya, sekaligus menjaga kota Surabaya," tuturnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Di momen Idul Fitri ini, dirinya juga memohon maaf kepada seluruh warga Surabaya. "Saya atas nama pribadi dan seluruh Pemerintah Kota Surabaya meminta maaf yang sebesar-besarnya," pungkas Eri.

Bu Yatin, salah satu jemaah warga Ketabang Surabaya merasa senang, bisa kembali salat Idul Fitri di Taman Surya. Menurutnya ini adalah hal yang ditunggu-tunggu selama 2 tahun.

"Senang ya, saya biasanya memang salat di sini setiap tahun, kemarin karena pandemi jadi saya salat di kampung," ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan, Nurhadi warga asal Tambaksari mengungkapkan kembali digelarnya Salat Id memang menjadi suatu hal yang ditunggu.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Ia mengaku dirinya sudah mengikuti agenda salat di Taman Surya Surabaya sejak era Wali Kota Soenarto Soemoprawiro atau Cak Narto.

"Dari Cak Narto itu sudah salat disini. Jadi, ben setiap hari raya salat di Taman Surya, sebelum covid itu," kata Nurhadi.

Nurhadi juga mengaku rindu dengan kembali digelar salat id Taman Surya. "Ya kangen, kan disini kan enak juga salatnya terus ya lumayan cedek (dekat) dari rumah," jelasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.