Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkoba Rp35 M, Pelakunya Petani hingga Pegawai Klinik
- Penulis : Ariyanto
- | Rabu, 04 Nov 2026 19:05 WIB
selalu.id - Peredaran narkotika di Kabupaten Sidoarjo kian memprihatinkan. Dalam kurun waktu tiga bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo menggulung 147 kasus narkoba dengan menangkap 180 tersangka.
Dari pengungkapan masif tersebut, tim menyita barang bukti berupa 1.765,13 gram sabu-sabu, 4,41 gram ganja, serta 2.018 butir ekstasi.
Baca Juga: Peringati HLUN 2026, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Ramah Lansia
Nilai ekonomis keseluruhan barang haram yang diamankan ditaksir mencapai angka fantastis, yakni Rp35 miliar.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra membeberkan hasil pengungkapan besar-besaran ini saat konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (4/11/2026).
"Dari 180 tersangka yang kami amankan, sebanyak 174 orang merupakan laki-laki dan 6 lainnya perempuan. Penindakan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 20.000 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika," ungkapnya, Rabu (4/11/2026).
Dari ratusan perkara yang ditangani, terdapat lima kasus menonjol yang menyita perhatian penyidik lantaran mengamankan barang bukti sabu dan ekstasi dalam skala besar.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan
Tiga di antaranya melibatkan tersangka dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah. YSM (39), merupakan petani asal Kecamatan Sedati yang diringkus beserta barang bukti sabu-sabu seberat 89,69 gram, satu timbangan elektrik, dan sebuah ponsel.
Kemudian LSA (32), pekerja klinik asal Desa Suko, Kecamatan Sukodono. Dari tangannya, petugas menyita 61,9 gram sabu-sabu, 995 butir pil ekstasi, dan dua unit ponsel.
Lalu RT (32), warga Desa Gedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, yang tertangkap membawa 179,91 gram sabu-sabu, timbangan elektrik, serta plastik klip kemasan.
Baca Juga: Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam
Bobby menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti hanya pada penangkapan para tersangka maupun penyitaan barang bukti semata. Penyidikan dipastikan terus bergulir guna membongkar akar jaringan di belakangnya.
"Kami masih terus mendalami kasus-kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Sidoarjo," tegasnya.
Editor : Zein Muhammad