Ekonomi Masih Tertekan, DPRD Jatim Minta Pemerintah Tunda Penambahan Pajak Baru
- Penulis : Dony Maulana
- | Rabu, 04 Nov 2026 18:37 WIB
selalu.id - Anggota DPRD Jawa Timur Salim Azhar meminta pemerintah menunda rencana perluasan objek pajak di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
Menurut politisi PKB ini, alih-alih menambah beban warga, pemerintah seharusnya mengoptimalkan sumber pendapatan dari kekayaan alam dan perbaikan tata kelola negara.
Baca Juga: Anggaran Logistik Bencana Tembus Rp41 M: DPRD Jatim Tuntut Pangan Bergizi, Jangan Cuma Kenyang
"Persoalan pajak ini sangat sensitif. Jangan sampai pemerintah justru menambah beban ketika kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih," tegasnya, Rabu (4/11/2026).
Salim mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia adalah negara kaya dengan potensi sumber daya alam yang besar.
Kekayaan tersebut, kata dia, semestinya dikelola secara optimal sehingga pembiayaan pembangunan tidak terus-menerus bertumpu pada pemungutan pajak dari masyarakat.
"Negara yang kaya tidak seharusnya terlalu bergantung pada pajak rakyat. Pertanyaannya, bagaimana kekayaan itu dikelola dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat," jelasnya.
Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!
Salim menilai situasi ekonomi saat ini belum kondusif untuk penambahan kewajiban finansial masyarakat.
Dampak ketegangan global yang memengaruhi rantai pasok dan harga energi, serta dampak kebakaran hutan dan lahan, menjadi tekanan tersendiri yang harus ditanggung masyarakat.
"Pemerintah harus lebih dulu memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, daya beli terjaga, dan lapangan pekerjaan terbuka. Bukan justru menambah beban," katanya.
Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat
Ia mendorong pemerintah memperbaiki tata kelola penerimaan negara, menutup kebocoran anggaran, serta memperkuat sektor-sektor produktif seperti UMKM, pertanian, dan perikanan.
"Rakyat tidak boleh terus-menerus dijadikan tumpuan. Pemerintah harus berani membenahi kebocoran, mengoptimalkan kekayaan alam, dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar produktif. Negara hadir untuk memberdayakan rakyat, bukan menambah bebannya," pungkas Salim.
Editor : Zein Muhammad