Rabu, 04 Nov 2026 13:56 WIB

Perdagangan Meningkat: Arus Peti Kemas Tumbuh 5,8 Persen, Tembus 10,31 Juta TEUs

Layanan baru Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Humas Pelindo Terminal Petikemas).
Layanan baru Pelindo Terminal Petikemas. (Dok. Humas Pelindo Terminal Petikemas).

selalu.id - Pertumbuhan arus peti kemas terus mencatat tren positif sepanjang tahun 2026, didukung perluasan pasar ekspor dan penguatan konektivitas pelabuhan. 

Pelindo Terminal Petikemas menambah dua layanan pelayaran baru dari Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar muat mencapai sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Kehadiran layanan baru ini memperkuat jaringan perdagangan internasional sekaligus mendongkrak volume bongkar muat peti kemas. 

Untuk mengantisipasi lonjakan arus barang, Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat kapasitas operasional. 

Sepanjang 2026, perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di Terminal Petikemas Surabaya, empat unit QCC di Semarang, dua unit QCC dan empat unit RTG di Belawan, serta empat unit E-RTG di Banjarmasin. Pengadaan dua unit QCC di Perawang ditargetkan selesai Desember 2026.

"Penguatan fasilitas ini bagian dari langkah meningkatkan keandalan pelayanan dan kapasitas penanganan peti kemas. Kami juga terus mengoptimalkan perencanaan, pengendalian operasional, dan koordinasi dengan pengguna jasa agar bongkar muat berjalan lancar," kata Fajar, perwakilan Pelindo Terminal Petikemas, Selasa (3/11/2026).

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Harry Soetanto, menyambut positif angka pertumbuhan perdagangan. 

Periode Januari-September 2026 mencatat pertumbuhan perdagangan internasional sebesar 6,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, naik dari 14,46 juta TEUs menjadi 15,45 juta TEUs.

"Pertumbuhan ini didorong perluasan pasar baru, terutama di Eropa dan Amerika Selatan. Ekspor komoditas seperti turunan kelapa sawit, mesin, bahan kimia, dan elektronik menunjukkan peningkatan signifikan," ungkap Harry.

Baca Juga: Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

Meski pelabuhan di Jawa dinilai relatif mampu memenuhi kebutuhan ekspor-impor, kesiapan infrastruktur di wilayah timur Indonesia masih tertinggal dan perlu perhatian serius.

Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga, Puspandam Katias, mengingatkan peningkatan volume belum tentu mencerminkan daya saing perdagangan nasional. 

Pertumbuhan arus peti kemas perlu diiringi peningkatan nilai tambah domestik dan efisiensi rantai pasok secara menyeluruh.

"Kita harus menghindari growth without network efficiency. Volume bertambah, tetapi biaya, waktu, dan ketidakpastian distribusi di luar terminal tidak ikut membaik," tegas Puspandam. 

Baca Juga: Gandeng Bappenas, Pelindo Bidik Muatan Balik Komoditas Papua Selatan

Ia juga menyarankan pencermatan rute pelayaran internasional, termasuk dampak penggunaan kembali Terusan Suez di tengah risiko keamanan Laut Merah.

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menambahkan pertumbuhan ini sinyal positif bagi Jawa Timur. 

Peningkatan kunjungan kapal internasional di Terminal Teluk Lamong membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha. Namun, penambahan fasilitas harus disertai kecepatan bongkar muat, kepastian jadwal, dan biaya logistik yang kompetitif 

"Pertumbuhan yang berkualitas adalah yang mampu mendukung daya saing industri dan perdagangan kita, baik di pasar domestik maupun internasional," katanya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil Liga Champions: Man Utd Comeback Lawan AS Roma 3-2, Cunha Pahlawan Setan Merah

Comeback ini memberi harapan baru bagi Setan Merah untuk bangkit di kompetisi Eropa dan domestik.

Stikosa-AWS dan Antara Jatim Gelar Futsal Antar Media Lewat Prapanca AWS Cup 2026

Ajang ini diinisiasi untuk kebersamaan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi media di Jawa Timur.

Kejari Tanjung Perak Terima SPDP Go Bozze Gozali, Kasi Intel: Belum Ada Tersangka

Polrestabes Surabaya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara ini pada tanggal 14 Agustus 2026.

Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Listyo Sigit Prabowo Dipecat dari KSP

Mensesneg Prasetio Hadi mengatakan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Listyo tengah disiapkan.

GM FKPPI Jatim: Penyadapan Presiden Pengkhianatan Amanah Negara, Bongkar Aktor Intelektualnya

Agoes juga meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya motif politik maupun tujuan yang lebih jauh terhadap keamanan negara.

Apel Siaga Bencana di Jatim, Irjen Dekananto: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat

Sepanjang tahun 2026 tercatat 672 kejadian bencana alam di berbagai wilayah Jawa Timur.