Rabu, 28 Okt 2026 19:04 WIB

Potret Pelindo Terminal Petikemas Bekali Keterampilan Anak Binaan LPKA Kelas I Blitar

PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) saat menggelar program Pelita Warna melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di LPKA Kelas I Blitar. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).
PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) saat menggelar program Pelita Warna melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di LPKA Kelas I Blitar. (Dok. Pelindo Terminal Petikemas).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) menggelar program Pelita Warna melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Jawa Timur.

Program yang berlangsung pada 27-30 Oktober 2026 ini bertujuan memberikan pengetahuan, pendampingan psikososial, serta keterampilan praktis bagi anak binaan sebagai persiapan kembali ke masyarakat.

Baca Juga: Jalan Sehat Bersama, Cara TPK Merauke Perkuat Kesejahteraan dan Keselamatan Pegawai

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Fajar Setyono, mengatakan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. 

Dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui Program Pelita Warna, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Fajar dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Dalam program ini, sebanyak 160 anak binaan mengikuti kegiatan sosialisasi yang berfokus pada dua aspek utama. 

Pertama, pembekalan hukum yang meliputi pemahaman hak dan kewajiban anak, rehabilitasi dan adaptasi sosial, serta dasar-dasar hukum perjanjian dalam kehidupan sehari-hari. 

Kedua, bimbingan psikososial untuk mendukung pengelolaan emosi, pengendalian diri, penyelesaian masalah tanpa kekerasan, dan kesiapan kembali ke masyarakat.

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Selain kegiatan sosialisasi tersebut, sebanyak 30 anak binaan terpilih mengikuti pelatihan keterampilan praktis secara intensif selama empat hari yang terbagi dalam tiga bidang: pangkas rambut (barber), pertanian, dan kerajinan tangan. 

Peserta pelatihan praktis ini didasarkan pada penilaian perilaku baik, serta minat dan ketertarikan mereka terhadap bidang yang dipilih. Hal ini bertujuan agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan menjadi sumber penghasilan atau modal kemandirian di luar LPKA.

Fajar menambahkan, pemberdayaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. 

"Harapan kami, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti ketika kegiatan ini selesai. Anak-anak dapat terus belajar, mengasah kemampuan, dan memiliki pilihan yang lebih luas untuk hidup mandiri,” jelasnya.

Baca Juga: Pelindo Perkuat Integrasi Layanan di TPK Bagendang dan Bumiharjo

Sementara Kepala LPKA Kelas I Blitar, Jaka Prihatin, menyambut baik kolaborasi dunia usaha terhadap proses pembinaan ini. 

Menurutnya, pembinaan anak membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pembentukan karakter mental dan penyiapan keahlian praktis.

“Anak-anak di LPKA tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan mengembangkan diri. Dukungan ini sangat berarti untuk menumbuhkan motivasi mereka agar berubah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Jaka.

Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Pelindo Terminal Petikemas juga menyerahkan bantuan peralatan praktik yang dapat dimanfaatkan LPKA Kelas I Blitar untuk melanjutkan kegiatan pembinaan kemandirian secara berkesinambungan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kondusifitas, Polda Jatim Rangkul Ribuan Mahasiswa hingga Santri

Irjen Dekananto menegaskan, konsolidasi ini menjadi momentum krusial bagi generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Ketika Proyek Penanganan Banjir di Surabaya Hampir Rampung, Tapi Anggaran Belum Cair

Dengan progres tersebut, DPRD Surabaya menilai pekerjaan fisik penanganan banjir tetap perlu dikawal hingga akhir tahun 2026.

Momen Bupati Sidoarjo Subandi Beri Santunan BPJS Ketenagakerjaan pada Mendiang Kades Tropodo

Selain santunan tersebut, keluarga juga akan menerima manfaat jaminan pensiun berkala sebesar Rp1.516.515 setiap bulan.

Dapat Suntikan Rp500 M dari Pusat, Pemkab Jember Siap Perkuat Sektor Kesehatan-Peternakan

Dukungan ini diharapkan menjadi pendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Siap-siap, Indonesia Disebut Bakal Segera Beralih ke Kendaraan Listrik, Setujukah?

Faisol menegaskan pentingnya keterlibatan PLN dan seluruh pemangku kepentingan agar ekspansi kendaraan listrik tidak menimbulkan kesenjangan.

Remaja 15 Tahun Dianiaya dan Dibacok di Sidoarjo, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Peristiwa tersebut dilatarbelakangi solidaritas terhadap seorang teman para tersangka yang sebelumnya mengalami kekerasan.