Kamis, 05 Nov 2026 17:36 WIB

HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 21 Sep 2026 14:18 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari serahkan apresiasi pendonor darah yang lebih 75 kali berdonor. (Pemkot Mojokerto for selalu.id)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari serahkan apresiasi pendonor darah yang lebih 75 kali berdonor. (Pemkot Mojokerto for selalu.id)

selalu.id – Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia, Pemkot Mojokerto memberikan penghargaan kepada 23 Pendonor Darah Sukarela. Mereka berhak menerima lencana dari Gubernur Jawa Timur karena sudah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali.

Acara peringatan digelar sederhana namun khidmat di hall PMI Kota Mojokerto, Senin (21/9/2026). Selain jadi ajang pemberian apresiasi, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian dalam mencukupi kebutuhan darah warga. 

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang juga menjabat Ketua PMI Kota Mojokerto menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pendonor yang rutin menyumbangkan darahnya. 

“Walau kita punya keterbatasan anggaran, itu bukan alasan untuk berhenti peduli. Yang utama adalah semangat berbagi dan menolong sesama. Itu yang kita jaga bersama,” kata Ning Ita, Senin (21/9/2026). 

Ia menambahkan, momentum HUT PMI yang berdekatan dengan HUT RI mengingatkan kita bahwa nilai kemanusiaan sudah melekat sejak awal kemerdekaan. PMI berdiri pada 17 September 1945, sebulan setelah proklamasi, dan punya peran penting di bidang sosial dan kesehatan. 

Ning Ita juga menyoroti kerja sama PMI Kota Mojokerto dengan berbagai mitra. Berkat sinergi itu, stok darah untuk rumah sakit mitra PMI selama ini bisa terus dipenuhi. 

“Alhamdulillah sampai hari ini PMI Kota Mojokerto tidak pernah kekurangan stok. Rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan kami, kebutuhannya selalu kami usahakan terpenuhi. Ini komitmen kita bersama,” jelasnya. 

Untuk pemberian penghargaan, Ning Ita menjelaskan ada tahapannya. Pendonor dengan 75 kali donor menerima penghargaan dari Gubernur Jatim. Sementara yang sudah 100 kali donor akan mendapat penghargaan langsung dari Presiden RI. 

Tahun ini kuota untuk Kota Mojokerto di tingkat provinsi hanya 23 orang. Padahal jumlah warga yang sudah memenuhi syarat 75 kali donor di Mojokerto lebih dari 40 orang. 

Baca Juga: Sukses Tekan Kasus Penyakit Menular, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet ATM Award 2026

“Untuk yang belum kebagian tahun ini mohon bersabar. Mudah-mudahan diberi kesehatan dan umur panjang, jadi tahun depan bisa menerima lencana langsung dari Ibu Gubernur,” ujar Ning Ita. 

Menurutnya, terbatasnya kuota tidak mengurangi arti pengabdian para pendonor. Setiap kantong darah yang disumbangkan adalah bukti nyata kepedulian pada sesama. 

Lebih lanjut, ia mengaitkan kegiatan donor dengan visi Pancacita Kota Mojokerto, khususnya mewujudkan kota yang berkarakter. Salah satu cirinya adalah tingginya rasa sosial masyarakat. 

“Kehadiran PMI, semangat para pendonor, dan dukungan mitra adalah bagian dari upaya membangun Mojokerto yang berkarakter dan peduli,” ujarnya. 

Baca Juga: 21 WNA Korban TPPO di Mojokerto Diselamatkan, 4 Terduga Pelaku Ditangkap

Ning Ita juga mengajak warga untuk tidak menjadikan faktor ekonomi sebagai penghalang untuk berbagi. Selama sehat dan memenuhi syarat, donor darah bisa jadi bentuk sedekah. 

“Tidak harus punya uang banyak untuk bersedekah. Kalau badan sehat dan lolos syarat, mendonorkan darah juga sedekah yang nilainya besar,” imbuhnya. 

Ke depan, PMI bersama mitra akan terus memperluas akses donor, termasuk dengan menggelar kegiatan di tempat-tempat umum agar makin dekat dengan masyarakat. 

Penyerahan lencana untuk DDS 75 kali dari Gubernur Jawa Timur dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, bulan ini juga.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Oknum aparatur sipil negara (ASN) Sri Lestari alias Tari mengakui menerima uang dari sejumlah calon tenaga kerja.

Jasa Pelubangan Plastik Mulsa Banjir Orderan Jelang Musim Tanam Melon di Nganjuk

Ukuran pelubangan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, sehingga memudahkan petani dalam mempersiapkan lahan sebelum memasuki masa tanam.

SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

"Belum ada. Saya tidak tahu kalau ada itu (SPDP)," kata Go Bozze Gozali.

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh saat Silaturahmi ke KSPI

Kapolda Jatim meminta KSPI terus menyampaikan perkembangan penetapan upah minimum menjelang 21 November 2026.

Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Kasus tersebut mencuat setelah empat pelamar kerja kontrak diduga dimintai uang masing-masing Rp20 juta.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Mengaku Dapat Ancaman Jika Tak Teken Surat Operasional

Dugaan tekanan tersebut mengarah kepada Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Surabaya berinisial RZL.