Kamis, 05 Nov 2026 16:19 WIB

Jasa Pelubangan Plastik Mulsa Banjir Orderan Jelang Musim Tanam Melon di Nganjuk

Sumari saat mengerjakan orderan melubangi plastik musal di rumahnya Nganjuk. (Yohanes/selalu.id)
Sumari saat mengerjakan orderan melubangi plastik musal di rumahnya Nganjuk. (Yohanes/selalu.id)

selalu.id – Jasa pelubangan plastik mulsa mulai meningkat jelang musim tanam melon seperti dirasakan Sumari, warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Ia menggeluti usaha pelubangan plastik mulsa untuk kebutuhan persiapan lahan pertanian dengan mengandalkan mesin rakitan dan dioperasikan dua orang mampu memenuhi pesanan petani yang membutuhkan plastik mulsa berlubang untuk proses penanaman melon.

Baca Juga: Pilkades Serentak Gelombang II di Nganjuk Diikuti 234 Desa, Ini Jadwal Coblosannya

Sumari menjelaskan, dirinya mematok tarif pelubangan mulsa sebesar Rp6.000 per kilogram dengan kapasitas produksi mencapai satu kuintal atau 100 kilogram per hari.

"Bisa Rp600 ribu sampai Rp900 ribu sehari, kalau satu musim itu ya sekitar Rp6 juta dapatnya. Lumayan buat tambahan kebutuhan sehari-hari," kata Sumari, Kamis (4/11/2026).

Menariknya, Sumari juga melayani pesanan dengan berbagai ukuran lubang sesuai kebutuhan petani.

Ukuran pelubangan dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, sehingga memudahkan petani dalam mempersiapkan lahan sebelum memasuki masa tanam.

"Kalau untuk ukuran jarak lubang itu tergantung pelanggan, dia mau nya di kasih jarak lubang berapa kita ngikut saja," tuturnya

Baca Juga: Pengedar asal Kediri Diciduk di Nganjuk, Sabu Disimpan dalam Bungkus Minuman Energi

Ia mengaku, fleksibilitas tersebut menjadi alasan banyak petani memilih menggunakan jasanya dibanding melubangi secara manual.

“Petani itu kan beda-beda maunya. Ada yang minta jaraknya rapat, ada yang minta renggang. Kita ngikut saja maunya pelanggan, biar enak pas nanam,” imbuhnya.

Sumari menambahkan, pengerjaan dengan mesin membuat hasil lubang lebih rapi dan cepat dibandingkan cara manual, sehingga petani bisa lebih hemat waktu dan tenaga.

“Kalau dilubangi pakai mesin ini lebih cepat dan rapi. Petani tinggal gelar saja di lahan, tidak perlu melubangi satu-satu lagi,” katanya.

Baca Juga: Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

Meningkatnya permintaan menjelang musim tanam melon menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi Sumari. Selain membantu petani mempersiapkan lahan, usaha jasa pelubangan mulsa ini juga menjadi sumber penghasilan bagi warga setempat.

“Ya kita senang, bisa bantu petani sekaligus bisa dapat penghasilan. Harapannya ya orderan terus ramai sampai musim tanam selesai,” pungkasnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pertanian, usaha sederhana yang ditekuni Sumari membuktikan bahwa peluang ekonomi dapat tumbuh dari kebutuhan nyata para petani di daerah.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Pungli Calon Pegawai Dishub Surabaya, Eri Cahyadi: Ini Mencoreng Nama Surabaya!

Oknum aparatur sipil negara (ASN) Sri Lestari alias Tari mengakui menerima uang dari sejumlah calon tenaga kerja.

SPDP Diterima Kejari Tanjung Perak Surabaya, Go Bozze Gozali Mengaku Tak Tahu

"Belum ada. Saya tidak tahu kalau ada itu (SPDP)," kata Go Bozze Gozali.

Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Kawal Hak Buruh saat Silaturahmi ke KSPI

Kapolda Jatim meminta KSPI terus menyampaikan perkembangan penetapan upah minimum menjelang 21 November 2026.

Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Polsek Trawas lalu mengamankan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Mojokerto.

Empat Pelamar Dishub Surabaya Diduga Kena Pungli, DPRD Desak Usut Jaringan Calo

Kasus tersebut mencuat setelah empat pelamar kerja kontrak diduga dimintai uang masing-masing Rp20 juta.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Mengaku Dapat Ancaman Jika Tak Teken Surat Operasional

Dugaan tekanan tersebut mengarah kepada Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Surabaya berinisial RZL.