Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang
- Penulis : Ariyanto
- | Jumat, 23 Okt 2026 19:08 WIB
selalu.id - Penataan kawasan perbatasan Sidoarjo-Surabaya dirancang tidak hanya untuk memperjelas batas administrasi, tetapi juga menghidupkan identitas sejarah daerah.
Pemkab Sidoarjo berencana membangun Gapura Jenggala sekaligus membenahi lingkungan, menata pedagang kaki lima (PKL), dan mengendalikan parkir di sekitar kawasan tersebut.
Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising
Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Kawasan itu diproyeksikan memiliki penanda wilayah yang mencerminkan karakter lokal sekaligus memperkuat estetika lingkungan.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, rencana pembangunan gapura akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo.
Pembahasan tersebut diperlukan untuk mematangkan desain agar sesuai dengan kondisi lapangan dan narasi sejarah daerah.
"Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ, supaya batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo," kata Subandi saat meninjau lokasi perbatasan tersebut, Jumat (32/10/2026).
Gapura Jenggala direncanakan memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan bentang panjang sekitar 7 hingga 8 meter. Namun, ukuran akhir bangunan masih akan disesuaikan dengan daya dukung serta kondisi riil lokasi.
Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November
"Desainnya akan dimatangkan terlebih dahulu agar benar-benar mencerminkan identitas Sidoarjo. Kita ingin setiap daerah menampilkan karakteristik sejarahnya masing-masing," jelasnya.
Selain gapura, pembenahan taman dan estetika lingkungan juga masuk dalam rencana penataan. Pemkab Sidoarjo saat ini menyusun konsep dan desain tata ruang agar pelaksanaan program dapat dilakukan secara terarah.
Persoalan ketertiban kawasan turut menjadi perhatian. Pemkab Sidoarjo berencana mendata PKL yang beraktivitas di sekitar perbatasan serta menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keteraturan lingkungan tanpa mengabaikan kelancaran lalu lintas.
Dinas Perhubungan Sidoarjo diminta mengkaji titik-titik rawan kemacetan yang dipicu parkir liar di bahu jalan. Hasil kajian akan menjadi dasar penentuan lokasi dan pemasangan rambu larangan parkir.
Baca Juga: Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan
"Kami meminta Dishub rutin melakukan patroli agar pengendara tidak memarkir kendaraannya sembarangan. Penataan estetika kawasan harus berjalan beriringan dengan kelancaran arus lalu lintas," tegas Subandi.
Dalam peninjauan tersebut, Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, serta Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto.
Penataan kawasan perbatasan akan dilakukan secara bertahap. Setelah titik Sidoarjo–Surabaya, Pemkab Sidoarjo merencanakan pembenahan serupa di perbatasan dengan daerah lain, termasuk Sidoarjo-Pasuruan dan Sidoarjo-Mojokerto.
Editor : Zein Muhammad