Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan
- Penulis : Redaksi
- | Jumat, 23 Okt 2026 06:35 WIB
selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Kamis (22/10/2026)hingga Jumat (23/10/2026) pagi. Pembaca tertarik berita soal aksi perampokan toko emas di Jember hingga santri terganjal.
Berikut top 5 berita selalu.id:
Baca Juga: Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka
1. Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Nganjuk memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan dugaan skandal kredit fiktif senilai Rp690 juta yang melibatkan nasabah yang telah meninggal dunia.
Branch Office Head BRI Nganjuk, Iga Aditya, menjelaskan bahwa proses akad kredit atas nama nasabah PA, telah dilaksanakan sesuai dengan aturan perbankan yang berlaku sejak awal.
"Nasabah atas nama PA, melakukan akad kredit awal bersama istrinya, Lilik, pada 29 Juli 2019. Seluruh prosesnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkap Iga dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Ia mengatakan pada 23 Juli 2020, pihak bank melakukan suplesi kredit. Langkah penambahan fasilitas ini juga telah memperoleh persetujuan resmi dari nasabah yang bersangkutan beserta istrinya.
Dalam perkembangannya, nasabah PA dilaporkan meninggal dunia pada 23 Juli 2021. Pascameninggalnya nasabah, penyelesaian kewajiban peminjaman mengalami kendala pembayaran.
Merespons kondisi tersebut, BRI mengambil langkah penyelamatan kredit melalui mekanisme restrukturisasi sebanyak dua kali, yakni pada 28 Juli 2021 dan 31 Oktober 2023.
2. Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib
Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib
Perampokan toko emas terjadi di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Jember, Kamis (22/10/2026). Pelaku membawa kabur satu tas berisi mata uang asing atau valuta asing (valas).
Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya. Pelaku dua pria bermasker yang datang dengan menggunakan mobil berwarna putih.
Dalam aksinya, para pelaku membawa kabur Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut sontak mengundang perhatian warga, lantaran berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang mulai ramai.
Salah seorang saksi mata, Tejo, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Saat itu, dirinya baru membuka toko ketika dua pria bermasker turun dari sebuah mobil dan langsung mendatangi korban.
“Saya tidak begitu mengamati awalnya, tetapi tiba-tiba pelaku langsung mendatangi korban dan membacoknya,” ujar Tejo.
3. Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanjunganom Nganjuk Segera Diperbaiki
Kabar gembira menghampiri warga Kecamatan Pace dan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib
Akses Jalan Raya Kepanjen Selatan yang menghubungkan Kecamatan Pace menuju Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom, dipastikan bakal segera dipoles mulus melalui pos anggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
Kepastian perbaikan jalan yang sempat memicu keluhan warga lantaran rusak parah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, Esthi Lestari.
"Jalan Raya Kepanjen Selatan, Pace menuju Desa Getas, Tanjunganom itu masuk PAK 2026. Sudah di-dok. Jadi nanti sudah bisa dieksekusi perencanaannya, setelah perencanaan baru pekerjaan fisiknya," tegas Esthi kepada selalu.id, Kamis (22/10/2026).
Esthi membeberkan, seluruh tahapan teknis sudah mengantongi lampu hijau dan kini resmi memasuki penyelesaian dokumen perencanaan.
Pihaknya menargetkan pengerjaan fisik di lapangan bakal digenjot mulai akhir November atau paling lambat awal Desember 2026, dengan target rampung total sebelum tutup tahun.
4. Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka
Carok dua pria terjadi depan Bengkel Aji Motor, Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026). Akibatnya, seorang pria misterius tewas di tempat dan pedagang es degan kritis.
Peristiwa itu bermula ketika Purnomo yang biasa berjualan es degan di samping bengkel, melihat seorang pria tak dikenal duduk di kursi bengkel dengan gerak-gerik mencurigakan. Pria tersebut kemudian diketahui membawa senjata tajam jenis celurit.
Purnomo sempat menghampiri pria itu untuk menanyakan keperluannya. Korban bahkan mempersilakannya beristirahat di tempat tersebut. Namun, percakapan itu berubah menjadi situasi berbahaya setelah pria tersebut mengaku membawa senjata tajam dan mengeluarkan celurit dari tas kain yang dibawanya.
Baca Juga: 67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan
Menyadari ancaman tersebut, Purnomo berusaha menahan tangan pria itu agar tidak menyerang. Pergumulan pun terjadi. Dalam kondisi korban yang sedang sakit, pria tersebut berhasil membuat Purnomo terjatuh dan berada di bawah tubuhnya.
Celurit yang dibawa pria tersebut mengenai pipi kanan dan dagu kanan Purnomo. Korban kemudian berusaha merebut senjata tajam itu dan melakukan perlawanan. Dalam pergumulan tersebut, celurit mengenai bagian kepala pria yang menyerangnya.
5. Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa
Peringatan Hari Santri 2026 di Kota Surabaya tak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan para kiai dan santri.
DPRD Surabaya justru menyoroti persoalan akses pendidikan santri, khususnya pelaksanaan program Beasiswa Santri yang dinilai masih belum menjangkau seluruh penerima yang ditargetkan.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.
Menurutnya, salah satu kendala utama berada pada persyaratan administratif, khususnya ketentuan usia minimal penerima beasiswa yang ditetapkan 16 tahun.
Saifuddin menilai syarat tersebut perlu dievaluasi karena pola pendidikan pesantren di kalangan keluarga Surabaya banyak dimulai sejak anak lulus sekolah dasar.
“Secara realitas, hampir 85 persen orang tua di Surabaya memondokkan anaknya tepat setelah lulus SD, yakni sekitar umur 12 tahun, bukan tunggu lulus SMP atau masuk SMA,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Editor : Achmad Supriyadi