Sabtu, 29 Agu 2026 18:20 WIB

Tarung Derajat Antarpelajar BHS Cup III 2026 Bisa jadi Gerbang ke PON

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 29 Agu 2026 17:39 WIB
Kejurnas Tarung Derajat di GOR CLS Surabaya. (dok.ist)
Kejurnas Tarung Derajat di GOR CLS Surabaya. (dok.ist)

selalu.id – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tarung Derajat Antarpelajar Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup III 2026 tak hanya menjadi arena perebutan medali. 

Kejuaraan yang digelar di GOR CLS Surabaya, 28-30 Agustus 2026 itu mulai diarahkan sebagai pintu masuk regenerasi atlet menuju level senior.

Baca Juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

Sebanyak 93 atlet dari 13 provinsi ambil bagian dalam ajang tersebut. Para atlet pelajar ini diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi Tarung Derajat untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Umum KODRAT Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan, pengalaman bertanding sejak usia pelajar menjadi modal penting sebelum atlet masuk ke jenjang senior.

“Ini menjadi satu ajang untuk membina generasi muda menjadi bibit-bibit atlet ke generasi senior,” kata BHS saat ditemui di lokasi, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, atlet yang menunjukkan potensi di BHS Cup III dapat terus dibina untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi. Salah satunya Pra-PON 2027 dan PON 2028.

Tak berhenti di level nasional, atlet-atlet muda tersebut juga diharapkan bisa berkembang hingga ke ajang internasional seperti kejuaraan kawasan ASEAN maupun SEA Games.

Karena itu, BHS menilai pembinaan tidak bisa baru dimulai ketika atlet sudah memasuki usia senior. Regenerasi perlu dibangun dari lingkungan sekolah.

KODRAT Jatim pun mendorong Tarung Derajat masuk sebagai salah satu pilihan ekstrakurikuler di sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah SD, SMP, SMA,” ujarnya.

Menurut BHS, pengembangan tersebut memiliki peluang besar karena Tarung Derajat merupakan cabang olahraga yang berasal dari satu perguruan. Di Jawa Timur, jaringan pembinaan KODRAT saat ini telah tersebar di 24 kabupaten/kota.

Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjembatani sekolah dengan pelatih maupun pengurus KODRAT di daerah. Dengan begitu, siswa yang memiliki minat dan potensi dapat memperoleh pembinaan sejak dini.

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Bambang menilai olahraga bukan hanya soal prestasi. Aktivitas tersebut juga dapat membentuk kedisiplinan sekaligus membuka peluang pendidikan bagi siswa yang memiliki prestasi olahraga.

“Selain bisa mendidik kedisiplinan dan membuat sehat, mereka juga bisa mendapatkan jalur prestasi,” jelasnya.

Pada BHS Cup III 2026, terdapat 21 nomor pertandingan yang memperebutkan medali emas. Banyaknya nomor tersebut menjadi ruang bagi atlet pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus mengumpulkan pengalaman kompetisi.

Pertama Kali Kejurnas Pelajar Digelar di Luar Jabar

Sementara itu, Sang Guru Tarung Derajat Rimba Dirgantara memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan BHS Cup III 2026. Kejuaraan ini dinilai memiliki catatan khusus karena untuk pertama kalinya kejurnas pelajar Tarung Derajat digelar di luar Jawa Barat.

“Ini baru kali ini diadakan kejuaraan tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jawa Timur mempelopori kejuaraan nasional tingkat pelajar ini,” kata Sang Guru Rimba.

Baca Juga: Proyek Saluran Bikin Pengendara Terancam Kecelakaan, Wali Kota Eri: Keluar Saja Kalau Tak Sanggup!

Ia berharap BHS Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan ketiga. Menurutnya, kompetisi pelajar perlu digelar secara konsisten agar semakin banyak atlet muda yang ditemukan dan dibina.

“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru khususnya untuk ke tingkatan nasional nanti,” ujarnya.

Rimba juga menyebut persiapan menuju PON sejauh ini telah mencapai sekitar 80 persen. Tahap berikutnya diarahkan pada pematangan nomor-nomor yang akan dipertandingkan.

Meski BHS Cup III khusus mempertandingkan kategori pelajar, pengalaman yang didapat atlet tetap dinilai penting sebagai bekal menuju kategori senior.

Terlebih, dalam kejuaraan ini juga terdapat nomor seni gerak yang memungkinkan atlet junior mendapatkan pengalaman bertanding.

“Selain ada nomor tarung, di sini juga ada nomor seni geraknya. Beberapa nomor seni gerak bisa diikuti tingkat junior,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Gus Salam menyebut bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pemukulan. Hingga saat ini, kata dia, terdapat satu orang yang menjadi korban.

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Gus Kikin menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.