Selasa, 13 Okt 2026 16:55 WIB

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 29 Agu 2026 14:20 WIB
Acara Focus Group Discussion (FGD) Organda Surabaya (foto:ade/selalu.id)
Acara Focus Group Discussion (FGD) Organda Surabaya (foto:ade/selalu.id)

selalu.id – Elektrifikasi transportasi di Kota Surabaya mulai diarahkan tak hanya menyasar bus besar. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surabaya juga menyiapkan skema agar angkutan kota atau mikrolet yang masih tersisa bisa ikut beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.

Gagasan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Menyusun Peta Jalan Elektrifikasi Transportasi Surabaya: Integrasi Bus dan Angkot Listrik Menuju Zero Emission, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Top 5 Berita: Kadis Dipegangi Mobil Listrik hingga Kapolri Berganti

Ketua DPC Organda Kota Surabaya, Sunhaji Ilahoh, mengatakan peralihan ke kendaraan listrik dinilai semakin mendesak. Selain persoalan ketidakpastian energi global, tingginya emisi kendaraan juga menjadi alasan transportasi umum perlu segera berbenah.

“Tujuannya bagaimana ada perubahan angkutan yang berbasis BBM ke angkutan yang berbasis elektrik,” kata Sunhaji.

Menurut dia, Organda tidak ingin elektrifikasi hanya berhenti pada pengadaan bus listrik milik pemerintah. Angkutan kota yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan transportasi Surabaya juga harus mendapat ruang dalam transformasi tersebut.

Terlebih, jumlah mikrolet yang masih beroperasi disebut terus menyusut. Dari sekitar 12 ribu unit pada masa lalu, kini hanya tersisa sebagian kecil yang masih aktif dan memiliki kelengkapan administrasi.

Kondisi itu justru dinilai menjadi momentum untuk melakukan peremajaan.

Sunhaji menyebut Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

“Bagaimana nanti ada angkutan len menggunakan listrik dan tidak buy the service. Kami akan berupaya sendiri bagaimana mereka bisa ngangsur sendiri dan kemudian uang mukanya nanti kita free,” ujarnya.

Organda juga berencana mendatangkan pelaku usaha dari China untuk membahas kemungkinan skema tersebut. Pertemuan lanjutan ditargetkan dilakukan sekitar satu bulan mendatang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Batasi Kendaraan Dinas, Kadis Dipegangi Mobil Listrik

Bagi Organda, persoalan elektrifikasi bukan sekadar mengganti kendaraan BBM dengan kendaraan listrik. Ada nasib pengemudi, kernet, pekerja operasional hingga tenaga administrasi yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor angkutan umum.

Karena itu, Sunhaji meminta proses modernisasi transportasi tidak membuat pekerja lama tersingkir.

Dia mendorong agar pemerintah memastikan tenaga kerja dari operator angkutan yang terdampak peralihan tetap mendapat kesempatan masuk dalam ekosistem transportasi baru.

“Yang penting bagi saya win-win solution. Pemerintah punya program, tapi bagaimana ke depannya pengemudi, pekerja, helper, juga karyawan administrasi bisa diambil dari anggota kami,” tegasnya.

Di sisi lain, Organda juga mendorong Pemkot Surabaya memperluas jaringan transportasi umum. Dalam FGD tersebut, disebutkan terdapat dua koridor baru yang ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini.

Baca Juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

Sunhaji mengatakan Organda akan mengawal rencana tersebut agar tidak berhenti pada pembahasan.

“Paling tidak tahun ini sudah ada dua koridor yang akan diluncurkan di Surabaya. Dan itu akan saya kawal agar bisa direalisasikan,” katanya.

Menurut dia, penambahan koridor menjadi penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Elektrifikasi pun diharapkan berjalan beriringan dengan perluasan layanan. Dengan begitu, kendaraan listrik bukan hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi benar-benar menjadi bagian dari sistem transportasi yang mampu mengurangi emisi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha angkutan umum lokal.

“Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?” pungkas Sunhaji.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PGN Sabet Penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026

PGN masuk dalam jajaran Top 50 Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) yang memperoleh pengakuan dalam ajang tersebut.

Semburan Air di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Ternyata Pipa Petrokimia Gresik Bocor

Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memastikan semburan tersebut bukan berasal dari jaringan pipa PDAM.

Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan sebagai dugaan semburan lumpur dan menghebohkan warga sekitar.

Keselamatan Jemaah Umrah Prioritas, Kemenhaj RI: Batasi Perjalanan di Saudi

Bagi calon jemaah yang belum berangkat diharapkan untuk memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing.

Pemilik Travel Umrah di Surabaya Dipolisikan, Dugaan atas Kekerasan Seksual dan Paksa Aborsi

Laporan itu masuk ke Direktorat PPA-PPO Polda Jatim pada 18 Mei 2026.

Bertolak Belakang dengan Tagline Polri, Polisi di Probolinggo Malah Ajak Duel Masyarakat

Peristiwa ini bertolak belakang dengan tagline Polri yang digagas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'.