Selasa, 13 Okt 2026 16:55 WIB

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Supri/selalu.id)
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). (Supri/selalu.id)

selalu.id - Salah satu calon Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU yakni KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) memiliki sejumlah gagasan jika terpilih dan dipercaya memimpin organisasi terbesar di Indonesia.

Salah satu gagasan yang akan diterapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut ialah penguatan ekonomi bagi semua warga nahdliyin.

Baca Juga: Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Madura di Tol Jomo KM 677

Cicit KH Hasyim Asyari itu mengatakan dirinya tidak mencalonkan diri tetapi dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

"Saya sebetulnya bukan mencalonkan diri tapi saya dicalonkan oleh PWNU Jawa Timur. Dan mereka itu menyambut dengan baik," ujar Gus Kikin pada Jumat (28/8/2026) malam.

Gus Kikin menambahkan, untuk menghidupkan kembali rujukan yang digunakan NU pada masa awal berdirinya. Ia menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Dokumen yang dahulu disusun oleh KH Hasyim Asyari itu, dianggap dapat menjadi salah satu rujukan dalam menjalankan berbagai kegiatan NU ke depan.

"Itu dulu digunakan NU di awal kelahiran NU sampai kemudian NU menjadi partai politik tahun 1952 dan itu kemudian tidak digunakan lagi. Tiga tahun yang lalu itu kita temukan kembali dokumen itu dan sekarang sudah kita cetak, sudah jadi buku, nah itu yang saya tawarkan," lanjutnya.

Baca Juga: Kabid TIK dan Kapolres Jajaran Polda Jatim Berganti, Ini Daftarnya

NU menurut Gus Kikin seyogyanya menggunakan rujukan-rujukan itu. Tujuannya untuk mengembalikan khasanah NU. Agar organisasi ini punya spirit yang sama dengan saat awal dibentuknya.

Mubaligh yang juga pengusaha ini juga memiliki gagasan penguatan ekonomi yang dapat dikembangkan secara lebih optimal. Menurutnya, kekuatan tersebut bisa menjadi pasar besar apabila ditata dan dikelola dengan baik.

“Ekonomi itu tidak lepas, semua ekonomi berbasis pasar. Nah, pasarnya NU itu dengan jumlah warganya yang begitu besar. Itu sebenarnya akan menjadi pasar ekonomi," tuturnya.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya menyangkut sektor ekonomi konvensional. Perkembangan ekonomi digital juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga NU.

Baca Juga: Mas Bechi, Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Shiddiqiyyah Kini Telah Bebas

“Ekonomi digital ikut, tinggal caranya saja. Yang terang, warganya yang jumlahnya banyak ini kalau ditata ekonominya kan menjadi menarik,” terangnya.

Saat ditanya soal siapa yang pantas dijadikan Rais Aam PBNU, Gus Kikin enggan menjawab banyak. Namun, ia membeberkan fakta Rais Aam dahulu yang memiliki keilmuan dan amalan.

"Rais Aam kalau yang jaman dulu memang dari sisi keilmuannya, keilmuannya yang mumpuni kemudian memang yang terbaik itu namanya ulama itu adalah yang menjaga keilmuannya jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya itu berbasis dari keilmuannya itu," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PGN Sabet Penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026

PGN masuk dalam jajaran Top 50 Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) yang memperoleh pengakuan dalam ajang tersebut.

Semburan Air di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Ternyata Pipa Petrokimia Gresik Bocor

Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memastikan semburan tersebut bukan berasal dari jaringan pipa PDAM.

Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan sebagai dugaan semburan lumpur dan menghebohkan warga sekitar.

Keselamatan Jemaah Umrah Prioritas, Kemenhaj RI: Batasi Perjalanan di Saudi

Bagi calon jemaah yang belum berangkat diharapkan untuk memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan bersama pihak travel masing-masing.

Pemilik Travel Umrah di Surabaya Dipolisikan, Dugaan atas Kekerasan Seksual dan Paksa Aborsi

Laporan itu masuk ke Direktorat PPA-PPO Polda Jatim pada 18 Mei 2026.

Bertolak Belakang dengan Tagline Polri, Polisi di Probolinggo Malah Ajak Duel Masyarakat

Peristiwa ini bertolak belakang dengan tagline Polri yang digagas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'.