Sabtu, 10 Okt 2026 22:33 WIB

Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Agu 2026 20:15 WIB
Penampakan limbah medis jarum suntik yang ditemukan di exit Tol Tambaksumur Sidoarjo. (Dok. Tangkapan layar).
Penampakan limbah medis jarum suntik yang ditemukan di exit Tol Tambaksumur Sidoarjo. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Misteri penemuan limbah medis di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo atau exit Tol Tambaksumur, kini perlahan mulai terkuak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa tumpukan limbah berbahaya tersebut bukan berasal dari RSUD Eka Candrani (EC).

Baca Juga: Gandeng Dinkes Surabaya, Midtown Hotels Bekali 44 Warga Binaan Keterampilan Bisnis Kopi

Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy menegaskan sejumlah bukti kuat di lapangan menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara prosedur resmi RSUD EC dengan kondisi limbah yang ditemukan.

Petunjuk pertama terlihat dari penanganan jarum suntik. Seluruh jarum yang ditemukan di lokasi berada dalam kondisi ditutup kembali (recapping).

Padahal, prosedur medis standar melarang keras tindakan tersebut karena berisiko tinggi tertusuk jarum.

"Yang kita temukan di lokasi semuanya ada recapping-nya. Itu menjadi bukti pertama bahwa limbah tersebut bukan berasal dari Rumah Sakit Eka Candrani," jelas dr. Billy, Rabu (26/8/2026).

Tak hanya itu, perbedaan merek alat medis semakin memperkuat indikasi tersebut. Temuan di lokasi menunjukkan penggunaan merek OneMed, sementara RSUD Eka Candrani secara konsisten menggunakan alat medis merek Nipro.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Petunjuk lain adalah keberadaan vial atau botol kecil obat KB. Padahal, RSUD EC sama sekali tidak memiliki layanan suntik KB.

Dinkes Surabaya juga menyoroti pengemasan limbah. Limbah medis liar itu hanya terbungkus kantong plastik biasa, bukan safety box standar rumah sakit.

RSUD EC sendiri memiliki pengolahan limbah ketat yang bekerja sama dengan pihak ketiga resmi, PT Wastec Internasional, di mana armada pengangkutnya dipantau ketat menggunakan sistem GPS.

Baca Juga: Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Mengenai ditemukannya kantong berlogo RSUD Eka Candrani di lokasi, Billy meluruskan bahwa benda tersebut hanyalah kantong kertas wadah obat ramah lingkungan yang diberikan kepada pasien, bukan wadah limbah medis.

Misteri ini kian memanas setelah tumpukan limbah medis tersebut dilaporkan lenyap secara misterius pada pagi hari jelang evakuasi. Berdasarkan informasi DLH Sidoarjo, terdapat dua orang tak dikenal yang mendadak mengambil kembali limbah tersebut.

Saat ini, Dinkes Surabaya bersama DLH Surabaya, DLH Sidoarjo, dan aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa aktor di balik pembuangan limbah medis tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Karang Taruna Trisula Padangasri Mojokerto Lolos Verifikasi Nasional, Andalkan Kopi Excelsa, Helm dan Jok

Tim verifikasi dipimpin Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Kemensos, Adrianus Alla.

Arus Peti Kemas Solid, Didorong Dominasi Ekspor dan Kinerja Operasional Andal

Dari sisi operasional, TPS berhasil mempertahankan produktivitas bongkar muat kapal pada level yang kompetitif.

Kantor Pusat Mabruro Dibuka di Sidoarjo, Wabup Mimik: Kualitas Layanan Jadi Kunci

Ke depan, ekspansi bisnis diharapkan berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan peningkatan kualitas layanan jemaah.

Cara Seru Kurangi Main Gadget, 200 Anak PAUD-TK di Nganjuk Ramaikan Lomba Mewarnai

Tujuannya untuk melatih motorik halus anak dan menstimulasi otak sebagai bekal masuk SD.

4 Destinasi Pacet-Trawas Mojokerto yang Bikin Anak Betah Liburan

Jaraknya juga tidak jauh dari Surabaya, jadi pas untuk “short escape” tanpa harus keluar kota jauh.

PN Surabaya Kabulkan Gugatan Pembeli Apartemen Trans Icon di Surabaya

Putusan ini pun disambut oleh lembaga pengawas P3SRS Watch.