Rabu, 26 Agu 2026 20:59 WIB

Misteri Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo yang Mendadak Lenyap Sebelum Dievakuasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Agu 2026 20:15 WIB
Penampakan limbah medis jarum suntik yang ditemukan di exit Tol Tambaksumur Sidoarjo. (Dok. Tangkapan layar).
Penampakan limbah medis jarum suntik yang ditemukan di exit Tol Tambaksumur Sidoarjo. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Misteri penemuan limbah medis di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo atau exit Tol Tambaksumur, kini perlahan mulai terkuak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa tumpukan limbah berbahaya tersebut bukan berasal dari RSUD Eka Candrani (EC).

Baca Juga: Dinkes Sidoarjo Siapkan Sanksi Tegas pada Pembuang Limbah Jarum Suntik di Exit Tol Tambaksumur 

Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy menegaskan sejumlah bukti kuat di lapangan menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara prosedur resmi RSUD EC dengan kondisi limbah yang ditemukan.

Petunjuk pertama terlihat dari penanganan jarum suntik. Seluruh jarum yang ditemukan di lokasi berada dalam kondisi ditutup kembali (recapping).

Padahal, prosedur medis standar melarang keras tindakan tersebut karena berisiko tinggi tertusuk jarum.

"Yang kita temukan di lokasi semuanya ada recapping-nya. Itu menjadi bukti pertama bahwa limbah tersebut bukan berasal dari Rumah Sakit Eka Candrani," jelas dr. Billy, Rabu (26/8/2026).

Tak hanya itu, perbedaan merek alat medis semakin memperkuat indikasi tersebut. Temuan di lokasi menunjukkan penggunaan merek OneMed, sementara RSUD Eka Candrani secara konsisten menggunakan alat medis merek Nipro.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Polisi Usut Pembuang Limbah Medis di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo

Petunjuk lain adalah keberadaan vial atau botol kecil obat KB. Padahal, RSUD EC sama sekali tidak memiliki layanan suntik KB.

Dinkes Surabaya juga menyoroti pengemasan limbah. Limbah medis liar itu hanya terbungkus kantong plastik biasa, bukan safety box standar rumah sakit.

RSUD EC sendiri memiliki pengolahan limbah ketat yang bekerja sama dengan pihak ketiga resmi, PT Wastec Internasional, di mana armada pengangkutnya dipantau ketat menggunakan sistem GPS.

Baca Juga: RSUD Eka Candrarini Surabaya Klaim Limbah di Exit Tol Tambaksumur Sidoarjo Diangkut Pihak Ketiga

Mengenai ditemukannya kantong berlogo RSUD Eka Candrani di lokasi, Billy meluruskan bahwa benda tersebut hanyalah kantong kertas wadah obat ramah lingkungan yang diberikan kepada pasien, bukan wadah limbah medis.

Misteri ini kian memanas setelah tumpukan limbah medis tersebut dilaporkan lenyap secara misterius pada pagi hari jelang evakuasi. Berdasarkan informasi DLH Sidoarjo, terdapat dua orang tak dikenal yang mendadak mengambil kembali limbah tersebut.

Saat ini, Dinkes Surabaya bersama DLH Surabaya, DLH Sidoarjo, dan aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa aktor di balik pembuangan limbah medis tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU, Dari Registrasi hingga Penentuan

Rangkaian utama akan ditutup secara resmi pada Minggu (30/8/2026) pagi, dilanjutkan dengan konferensi pers pimpinan terpilih dan proses kepulangan peserta.

Rokok Ilegal Ancam Kas Daerah Rp36 Miliar, DPRD Surabaya Minta Pemberantasan Tak Sekadar Pemusnahan

Kehadiran rokok ilegal ini dinilai nyata menggerus potensi penerimaan negara yang dampaknya langsung dirasakan oleh pembangunan fasilitas publik.

Dituduh Pakai Ijazah Palsu Jelang Musda, Politisi Demokrat Sukur Priyanto Siap Buktikan di Pengadilan

Sukur pun menantang pihak-pihak yang melontarkan tuduhan untuk membuktikannya secara legal melalui koridor hukum resmi.

10 Pejabat Tinggi Pemkab Sidoarjo Dimutasi, Berikut Daftarnya

Bagi Subandi, perubahan tersebut tidak didasarkan pada persoalan suka atau tidak suka terhadap pejabat tertentu. Namun untuk kebutuhan organisasi.

Sikat Peredaran Narkoba di Surabaya, Polres Tanjung Perak Amankan 27 Tersangka dan 1 Kg Sabu

Dalam ungkap ini, polisi juga mengajak warga aktif melapor jika menemukan indikasi transaksi narkotika melalui Call Center 110 bebas pulsa.

Kerajaan Air Mandiri Perumahan Elite Surabaya: Bisnis Gurih Pengembang, PDAM Cuma Gigit Jari

DPRD menilai pengembang semestinya menggunakan layanan PDAM Surabaya, terlebih kapasitas pengelolaan air saat ini dinilai sudah jauh lebih baik.