Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir pada Musim Penghujan
- Penulis : Ariyanto
- | Rabu, 15 Jul 2026 09:00 WIB
selalu.id - Musim kemarau dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mempercepat penanganan berbagai titik saluran air yang berpotensi memicu banjir saat musim penghujan.
Melalui Dinas PU Bina Marga dan SDA, normalisasi sungai serta pembersihan afvoer dilakukan secara masif di sejumlah wilayah dengan melibatkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer.
Salah satu pekerjaan yang menjadi fokus saat ini adalah normalisasi saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo.
Pengerjaan dilakukan menggunakan alat berat dengan panjang penanganan mencapai sekitar empat kilometer dan ditargetkan berlangsung selama tiga bulan.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayitno, mengatakan kondisi debit air yang lebih rendah saat musim kemarau menjadi momentum ideal untuk mengoptimalkan pekerjaan normalisasi sungai.
"Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," jelasnya, Rabu (15/7/2026).
Prayitno mengatakan pekerjaan tidak hanya berfokus pada pengerukan sedimentasi dan pengangkatan sampah. Vegetasi liar yang menghambat aliran air juga dibersihkan, bersamaan dengan penguatan bagian tepi sungai untuk menjaga fungsi saluran dalam jangka panjang.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko banjir yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan. Karena itu, seluruh saluran yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan terus dipetakan untuk mendapatkan penanganan secara bertahap.
Baca Juga: Tanggul Lumpur Lapindo Kritis, Ancam Keselamatan hingga Perekonomian
Satgas Alat Berat juga melakukan pembersihan sampah di saluran Porong Kanal, Kelurahan Porong, serta saluran Mangetan Kanal di Desa Dungus. Selain itu, normalisasi dilakukan pada anak afvoer Kedunguling yang berada di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.
Satgas Afvoer juga diterjunkan ke berbagai wilayah kerja untuk membersihkan saluran irigasi yang tersumbat. Tim wilayah kota menangani afvoer Kedunguling di Desa Larangan.
Sementara itu, Satgas Afvoer UPTD Trosobo bergerak membersihkan Afvoer Buntung di Desa Balongbendo, Afvoer Kepucang di Desa Jimbaran, Kecamatan Wonoayu, serta saluran Kedunguling di Desa Temu, Kecamatan Prambon. Lokasi terakhir juga menjadi sasaran pembersihan oleh Satgas Afvoer UPTD Prambon.
Penanganan serupa dilakukan Satgas Afvoer UPTD Porong yang membersihkan Afvoer Gedek di Desa Wates, Kecamatan Tanggulangin, Afvoer Ngingas di Desa Balongtani, Kecamatan Jabon, serta Afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsulo, Kecamatan Porong.
Satgas Afvoer UPTD Sumput menjangkau sejumlah titik di lima kecamatan. Kegiatan dilakukan di Afvoer Bulubendo Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Afvoer Sumber Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Afvoer Karangbong 2 Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Afvoer Botokan atau Sinir Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Afvoer Buntung Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, serta Afvoer Jemundo Desa Kedungturi, Kecamatan Taman.
Prayitno menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan salah satu langkah penting dalam mengurangi potensi banjir. Namun, keberhasilan upaya tersebut tidak hanya bergantung pada pekerjaan pemerintah, melainkan juga partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita berharap perkerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal, menampung curah hujan dengan maksimal," katanya.
Editor : Zein Muhammad