Minggu, 30 Agu 2026 00:52 WIB

Hindari Lacakan Polisi Pakai Zangi, Eh.. Kurir Sabu di Surabaya Ini Meringik saat Disergap

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat merilis ungkap narkoba jenis sabu yang gunakan aplikasi Zangi. (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Perak).
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat merilis ungkap narkoba jenis sabu yang gunakan aplikasi Zangi. (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Perak).

selalu.id - Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya meringkus kurir narkoba jenis sabu yang selama ini menjadi target operasi.

Kurir itu adalah TWS (29), warga Surabaya. Darinya, tim menyita 12 poket sabu siap edar dengan berat 12,18 gram. Lucunya, saat diamankan tersangka malah meringik.

Baca Juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, tersangka TWS cukup lama diburu. Ia merupakan pemain lama dan cukup licin.

"Jaringan ini menggunakan aplikasi Zangi untuk melancarkan aksinya dengan maksud agar tidak terlacak," katanya, Rabu (15/7/2026). 

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang dipanggil dengan sebutan King, yang kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). 

"Yang bersangkutan mendapat sabu tersebut dengan cara dihubungi oleh seorang bandar yang ia sebut King melalui aplikasi Zangi. Saat itu tersangka disuruh mengambil ranjauan di daerah Bratang, Surabaya," jelas Adik.

Saat dilakukan penyergapan, tersangka tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya. Ia kemudian dikeler ke tempat penyimpanan barang terlarang tersebut.

Barang bukti sabu disita dari sejumlah tempat. Di antaranya di Jalan Jemursari, Margorejo, Pulang, dan Deltasari, Sidoarjo.

Baca Juga: Tarung Derajat Antarpelajar BHS Cup III 2026 Bisa jadi Gerbang ke PON

Adik mengatakan bahwa tersangka mengambil 12 poket sabu tersebut menunggu arahan dari bandar yang kini buron.

Tersangka diminta meranjau 10 poket di Jalan Jemursari, Margorejo, Pulang, dan Deltasari, Sidoarjo. Setelah itu, tersangka kembali pulang ke rumahnya.

"Pengakuannya, ia mendapat upah Rp20 ribu per poket yang sukses diranjau. Ia juga mendapat sabu secara gratis untuk digunakan sendiri," bebernya.

Dalam pemeriksaan juga terungkap, tersangka ternyata merupakan residivis atas kasus yang sama. Saat itu, ia divonis 2,5 tahun penjara dan menjalani hukuman di Lapas Madiun.

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

"Saat ini kasusnya masih terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya," tegas Adik.

Perlu diketahui, Aplikasi Zangi adalah platform perpesanan instan yang berbasis di Silicon Valley, AS, yang memprioritaskan privasi tinggi dan enkripsi end-to-end.

Platform ini menjadi kontroversial dan diblokir di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Digital karena tidak terdaftar dan sering disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, seperti peredaran narkoba.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Probolinggo Sae Carnival Pukau Ribuan Warga di Alun-alun Kraksaan

Bupati Probolinggo Haris berharap event ini menjadi momentum penguat kebersamaan dan sinergi masyarakat dalam membangun daerah.

Probolinggo Sae Carnival, Ajang Gelaran Kostum Unik di HUT ke-81 RI

Ketika ini sudah tercapai maka dunia pun akan mengenal Probolinggo," ujar Gus Haris.

Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Gus Salam menyebut bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pemukulan. Hingga saat ini, kata dia, terdapat satu orang yang menjadi korban.

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.