Sabtu, 29 Agu 2026 18:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Resmi Dibuka: Hadirkan Teknologi Baru, Perluas Kemitraan Bisnis

Ratusan peserta pameran yang mengikuti Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex. (Foto: Dony/selalu.id).
Ratusan peserta pameran yang mengikuti Manufacturing Surabaya 2026 di Grand City Convex. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id – Pameran industri terbesar di wilayah timur Indonesia, Manufacturing Surabaya 2026, resmi dibuka di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pamerindo Indonesia ini berlangsung selama empat hari, dari 15-18 Juli 2026, sekaligus menandai penyelenggaraan ke-20 sejak pertama kali digelar.

Baca Juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

Diketahui, pameran tahun ini menghadirkan pelaku usaha manufaktur, penyedia teknologi, asosiasi industri, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu ekosistem. 

Tujuannya mempercepat adopsi teknologi baru, memperluas kemitraan bisnis, serta meningkatkan daya saing industri di wilayah timur Indonesia.

Momentum penyelenggaraan ini bertepatan dengan penguatan posisi Jawa Timur sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. 

Data Bappeda Provinsi Jatim mencatat, pada Triwulan I 2026 provinsi ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, dengan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar sebesar 31,45 persen. 

Pertumbuhan ini dinilai perlu diimbangi percepatan adopsi teknologi dan kolaborasi lintas sektor agar menghasilkan nilai tambah berkelanjutan.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan pameran ini kini bukan sekadar etalase produk, melainkan ruang kolaborasi terintegrasi. 

Baca Juga: Tarung Derajat Antarpelajar BHS Cup III 2026 Bisa jadi Gerbang ke PON

"Transformasi manufaktur tidak hanya soal teknologi baru, tapi kemampuan saling terhubung, berbagi pengetahuan, dan membangun rantai pasok yang kuat. Kami ingin partisipan tidak hanya melihat inovasi, tapi menemukan solusi dan mitra strategis," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam pembukaan menegaskan, posisi strategis Jatim dalam mendukung industri nasional melalui pengembangan kawasan industri dan infrastruktur logistik. 

"Potensi besar ini perlu didukung kolaborasi solid pemerintah, dunia usaha, dan penyedia teknologi agar transformasi berjalan cepat dan daya saing Indonesia menguat di kancah global," tegasnya.

Tahun ini, Manufacturing Surabaya digelar bersamaan dengan Machine Tools Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya. 

Baca Juga: Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Cakupan juga diperluas dengan kehadiran Growtech Indonesia dan Indonesia Energy Week Surabaya, menjembatani sektor manufaktur, energi, dan pertanian dalam satu kesatuan ekosistem.

Selain pameran teknologi, tersedia berbagai program pendukung seperti Forklift Hero Competition, Kaizen Clinic, HSE Championship, serta program pertemuan bisnis (Business Matching) guna memfasilitasi kerja sama antarpelaku usaha.

Penyelenggaraan ke-20 ini diikuti lebih dari 150 peserta dari 17 negara dengan luas area pameran mencapai 7.887 meter persegi. 

Panitia menargetkan lebih dari 9.000 pengunjungatau naik sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan unggulan seperti Gardner Denver, Sodick, dan Trakindo Indonesia turut berpartisipasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

Gus Salam menyebut bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pemukulan. Hingga saat ini, kata dia, terdapat satu orang yang menjadi korban.

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Gus Kikin menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.