Sabtu, 29 Agu 2026 17:32 WIB

Makna hingga Karakter Magis Weton Senin Pahing dan Senin Pon, Mengejutkan!

Ilustrasi. (Dok. Jelajah Nusantara).
Ilustrasi. (Dok. Jelajah Nusantara).

selalu.id - Tradisi Jawa memiliki banyak kekayaan budaya yang sarat makna, termasuk dalam memahami karakter seseorang melalui "weton" atau hari kelahirannya.

Dua weton yang menarik perhatian adalah Senin Pon dan Senin Pahing. Weton ini diyakini membawa karakter dan nasib unik bagi pemiliknya, mulai dari sifat keras hingga potensi kepemimpinan.

Baca Juga: Misteri Malam Jumat Legi: Malamnya Makhluk Gaib hingga Dukun, Fakta atau Mitos?

Orang yang lahir pada weton Senin Pon dikenal memiliki sifat keras hati dan sulit didikte. Mereka cenderung menolak pendapat orang lain jika merasa tidak sesuai dengan logika mereka.

Dengan kecerdasan yang tajam, orang-orang ini mampu meyakinkan banyak pihak dengan argumen mereka.

Menurut kepercayaan, bayi yang lahir di Senin Pon dipercaya membawa keberuntungan bagi keluarga, terutama bila sang ayah memiliki neptu tertentu, seperti Selasa Wage atau Senin Legi.

Sebaliknya, Senin Pahing dikaitkan dengan karakter yang tegas, bahkan terkadang takabur dan suka membantah. Namun, di balik sisi kerasnya, mereka yang lahir di Senin Pahing diyakini memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Baca Juga: Bulan Suro Tiba, Berikut 5 Weton yang Disebut Banyak Cobaan dan Rintangan

Sifat dermawan dan ketulusan mereka sering membuat mereka dihormati sebagai pelindung bagi keluarga dan orang-orang terdekat.

Dalam hal jodoh, orang dengan weton Senin Pon dan Senin Pahing disebut akan memiliki kehidupan rumah tangga yang langgeng jika berjodoh dengan weton tertentu, seperti Selasa Legi atau Jumat Pon.

Hubungan ini diyakini membawa kebahagiaan, keberlimpahan rezeki, dan anak-anak yang berbakti.

Baca Juga: 5 Weton yang Disebut Banyak Cobaan dalam Rumah Tangga

Bagi masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari lahir, tetapi juga bagian dari filosofi kehidupan.

"Sifat keras dan keteguhan hati mereka pada akhirnya dapat menjadi kekuatan yang membawa keberuntungan bagi keluarga dan orang-orang di sekitar mereka," kata seorang budayawan Jawa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dituduh Lecehkan Karyawan, Bos Restoran WNA Korea Anggap Dirinya Tak Bersalah dan Janji Koperatif 

Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya telah memeriksa dua korban dugaan kekerasan seksual dan pelecehan yang diduga dilakukan Son Sung Kyung.

Jawab Tantangan Era Mobil Listrik, Organda Surabaya Siapkan Skema DP Nol untuk Pemilik Angkot

Organda tengah menyiapkan terobosan agar pemilik angkutan kota bisa memiliki kendaraan listrik dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Selebgram Ratu Felisha Diperiksa Polda Jatim Terkait Promosi Arisan Bodong Joiss

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pertama yang seharusnya dilaksanakan Kamis pekan sebelumnya.

Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

Ning Ita, mengatakan capaian ini merupakan buah dari komitmen yang dibangun secara konsisten sejak periode pertama hingga periode kedua kepemmimpinannya.

Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Gus Kikin menyebut telah ditemukan kembali dokumen asas awal pertama NU didirikan dan sekitar tiga tahun lalu telah diterbitkan dalam bentuk buku.

Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali.