Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asyari Dinilai Tepat Pimpin PBNU
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 27 Agu 2026 19:51 WIB
selalu.id - Di tengah bursa calon Ketua Umum PBNU yang riuh oleh isu dan tarik-menarik kepentingan, satu nama hadir dengan tenang. Dia adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.
Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur ini dinilai sebagai figur yang semakin menguat menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU, Sabtu (29/8) di Tambakberas, Jombang.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Ponpes Tambakberas Sebelum Pembukaan Muktamar ke-35 NU
Gus Kikin adalah cicit KH M Hasyim Asy'ari, pendiri sekaligus muassis Nahdlatul Ulama. Ia dipercaya meneruskan kepemimpinan Pesantren Tebuireng pesantren bersejarah tempat Hasyim Asy'ari menyalakan obor peradaban Islam Nusantara setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) wafat.
Proses suksesi itu berjalan penuh kehati-hatian sejak 2016. Gus Sholah telah memintanya mempersiapkan diri, melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH Hasyim Asy'ari. Tebuireng bukan sekadar tempat mengabdi, melainkan penjaga sanad keilmuan dan tradisi yang menjadi ruh organisasi.
Kiprahnya tidak berhenti di lingkungan pesantren. Gus Kikin dipercaya memimpin organisasi di basis NU terbesar.
Ia pernah menjabat Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar, kemudian terpilih menjadi Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029.
Pengalaman memimpin organisasi dan mengelola pesantren, ditambah rekam jejak di dunia usaha, menjadikannya figur yang memahami dua dunia sekaligus keumatan dan kebangsaan, spiritualitas dan ekonomi.
Pada Juli 2026, PWNU Jawa Timur beserta PCNU se-Jawa Timur sepakat menugaskan Gus Kikin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Sikapnya terhadap mandat tersebut sederhana dan menyejukkan.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Dikabarkan Mundur dari Jabatannya Demi Kursi PBNU, Berikut Ini Faktanya
"Ini amanah, bukan niat pribadi," kata Gus Kikin, Kamis (27/8/2026).
Ia menyatakan, siap menjalankan amanah jika dipercaya oleh muktamirin, dan terus menjalin silaturahmi ke berbagai wilayah dari pesantren-pesantren di Jawa Timur hingga bertemu tokoh dan kiai di Makassar tanpa gemerlap kampanye.
Gagasan yang ia usung berpijak pada fondasi organisasi penguatan kembali Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU, serta NU yang berpijak pada adab dan politik kebangsaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan persatuan di tengah tantangan zaman sebuah pesan yang dinilai publik sebagai jawaban atas hiruk-pikuk yang membayangi muktamar tahun ini.
Baca Juga: Kemenag Jatim Apresiasi Gotong Royong Warga Jombang di Muktamar ke-35 NU
Di mata para pengamat dan pendukungnya, Gus Kikin mewakili harapan baru kepemimpinan NU lahir dari rahim pesantren, membawa darah pendiri, berdiri bersih dari kontroversi, dan menjaga muruah organisasi di tengah konflik internal pengurus. Dari Tebuireng, untuk NU abad kedua.
Sementara, salah satu orang dari PCNU Kabupaten Mojokerto yang enggan disebut identitasnya menjelaskan jika PCNU Kabupaten Mojokerto memlih Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng untuk jadi Ketua Umum PBNU.
"Saya pilih Gus Kikin," ungkapnya.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-15243-gus-kikin-cicit-kh-hasyim-asyari-dinilai-tepat-pimpin-pbnu
