Senin, 29 Jun 2026 17:28 WIB

Gila, Ayah Kandung di Surabaya Setubuhi Anaknya hingga Hamil 4 Bulan

Polda Jatim saat merilis kasus persetubuhan anak hingga hamil. (Foto: Dony/selalu.id).
Polda Jatim saat merilis kasus persetubuhan anak hingga hamil. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Direktorat Reserse Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak serta Penanganan Pelanggaran Perdata dan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Timur mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.  

Dirres PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum menjelaskan bahwa kekerasan seksual itu berlangsung dalam kurun waktu setahun atau awal 2025 hingga April 2026. 

Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Jatim Gelar Upacara Pemuliaan Nilai Luhur Tribrata

Korbannya sebut saja Bunga yang kini berusia 17 tahun dan tengah mengandung usia empat bulan. Sementara tersangka berinisial ST (47), yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

“Tersangka adalah ayah kandungnya sendiri, yang bekerja sebagai karyawan pabrik. Ia telah melakukan perbuatan asusila serta persetubuhan terhadap anak kandungnya secara berulang kali, bahkan hampir setiap minggu,” katanya, Senin (29/6/2026).

Ganis menjelaskan, perbuatan tersebut dilakukan tersangka di rumah korban. Antara tersangka dan ibu korban, diketahui sudah bercerai.

Meski begitu, tersangka kerap datang ke rumah mantan istrinya itu saat akhir pekan. 

"Jadi, meskipun orang tuanya ini sudah bercerai, tapi tersangka masih diperbolehkan bertemu dengan anaknya. Bahkan, tersangka kerap tidur sekamar bersama korban," jelasnya.

Ganis mengatakan perbuatan tersangka dilakukan saat ibu korban sedang tertidur pulas, dan kemudian berlanjut ketika ibu korban tidak berada di rumah.

Baca Juga: Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

“Awalnya ibu korban tidak menyadari kejadian ini. Kecurigaan baru muncul ketika korban sempat menyampaikan keengganannya untuk tidur bersama ayahnya. Setelah dilakukan pendalaman, barulah fakta kejahatan itu terungkap,” paparnya.

Tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Jatim sejak 23 Juni 2026. Penyidik menjeratnya dengan pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bersamaan dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

"Mengingat kedudukan tersangka sebagai ayah kandung yang memiliki relasi kuasa terhadap korban, ancaman hukumannya diperberat. Ancaman hukuman pokok antara 5 hingga 15 tahun penjara, ditambah sepertiga dari masa hukuman tersebut sesuai aturan pemberatan,” sebut Ganis.

Sementara barang bukti yang diamankan di antaranya akta kelahiran korban, kartu keluarga, salinan akta perceraian orang tua, hasil cetakan pemeriksaan medis, serta laporan visum et repertum yang menguatkan keterangan korban.

Baca Juga: Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkotika: Sita Sabu hingga Ekstasi, Amankan 4.061 Tersangka

Saat ini, korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara terpadu. Polda Jatim bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Kepala UPTD PPA Kota Surabaya, Lingga Mahawan Putri menyatakan komitmen penuh dalam mendampingi korban. Pendampingan meliputi aspek psikologis, kesehatan, hukum, hingga pendidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar hak pendidikan korban tetap terjaga dan ia dapat menyelesaikan pendidikannya hingga lulus jenjang SMA tanpa terganggu,” jelasnya. 

Sedangkan Polda Jatim juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius. Pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk kekerasan, khususnya yang menimpa anak-anak, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan melaporkan jika menemukan indikasi serupa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Jember Fawait Pastikan Beasiswa Pendidikan pada Anak Guru Ngaji dan Ketua Pengajian

Bupati Fawait memastikan putra-putri guru ngaji dan ketua kelompok pengajian di Jember memiliki kesempatan besar untuk memperoleh beasiswa.

Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menegaskan evaluasi menjadi bagian penting agar pelaksanaan program semakin baik dan tidak menimbulkan persoalan berlanjut.

DPRD Surabaya Ingatkan Camat hingga Kepala OPD Tak Main-main dalam Pelayanan

Camat, lurah, maupun kepala OPD tidak boleh bekerja secara pasif hingga persoalan membesar atau baru bergerak setelah mendapat perhatian dari wali kota.

Polisi Dalami 6 Tersangka Sabu yang Ditangkap dalam Ricuh Demo Surabaya

Penyidik saat ini masih mendalami barang bukti berupa telepon genggam milik mereka untuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lain.

Satgas Anti Mafia Tanah Polri Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan di Pasuruan

Menurut Christopher Tjandra Siacahyo, Kuasa Hukum ahli waris, penggunaan lahan tersebut dimulai sejak PT HCML berdiri pada tahun 2013. 

80 Kepala Desa Terpilih di Sidoarjo Resmi Dilantik, Bupati Subandi Pesan Begini

Bupati Sidoarjo Subandi mengingatkan pentingnya pembinaan agar semangat para kepala desa baru membangun desa tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.