Jumat, 14 Agu 2026 20:06 WIB

Gila, Ayah Kandung di Surabaya Setubuhi Anaknya hingga Hamil 4 Bulan

Polda Jatim saat merilis kasus persetubuhan anak hingga hamil. (Foto: Dony/selalu.id).
Polda Jatim saat merilis kasus persetubuhan anak hingga hamil. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Direktorat Reserse Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak serta Penanganan Pelanggaran Perdata dan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Timur mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.  

Dirres PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum menjelaskan bahwa kekerasan seksual itu berlangsung dalam kurun waktu setahun atau awal 2025 hingga April 2026. 

Baca Juga: Pelapor Desak Polisi Pakai UU Perguruan Tinggi-Sisdiknas dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro

Korbannya sebut saja Bunga yang kini berusia 17 tahun dan tengah mengandung usia empat bulan. Sementara tersangka berinisial ST (47), yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

“Tersangka adalah ayah kandungnya sendiri, yang bekerja sebagai karyawan pabrik. Ia telah melakukan perbuatan asusila serta persetubuhan terhadap anak kandungnya secara berulang kali, bahkan hampir setiap minggu,” katanya, Senin (29/6/2026).

Ganis menjelaskan, perbuatan tersebut dilakukan tersangka di rumah korban. Antara tersangka dan ibu korban, diketahui sudah bercerai.

Meski begitu, tersangka kerap datang ke rumah mantan istrinya itu saat akhir pekan. 

"Jadi, meskipun orang tuanya ini sudah bercerai, tapi tersangka masih diperbolehkan bertemu dengan anaknya. Bahkan, tersangka kerap tidur sekamar bersama korban," jelasnya.

Ganis mengatakan perbuatan tersangka dilakukan saat ibu korban sedang tertidur pulas, dan kemudian berlanjut ketika ibu korban tidak berada di rumah.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Tipu 140 Korban dari Aceh hingga Papua

“Awalnya ibu korban tidak menyadari kejadian ini. Kecurigaan baru muncul ketika korban sempat menyampaikan keengganannya untuk tidur bersama ayahnya. Setelah dilakukan pendalaman, barulah fakta kejahatan itu terungkap,” paparnya.

Tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Jatim sejak 23 Juni 2026. Penyidik menjeratnya dengan pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bersamaan dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

"Mengingat kedudukan tersangka sebagai ayah kandung yang memiliki relasi kuasa terhadap korban, ancaman hukumannya diperberat. Ancaman hukuman pokok antara 5 hingga 15 tahun penjara, ditambah sepertiga dari masa hukuman tersebut sesuai aturan pemberatan,” sebut Ganis.

Sementara barang bukti yang diamankan di antaranya akta kelahiran korban, kartu keluarga, salinan akta perceraian orang tua, hasil cetakan pemeriksaan medis, serta laporan visum et repertum yang menguatkan keterangan korban.

Baca Juga: Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan

Saat ini, korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan secara terpadu. Polda Jatim bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Kepala UPTD PPA Kota Surabaya, Lingga Mahawan Putri menyatakan komitmen penuh dalam mendampingi korban. Pendampingan meliputi aspek psikologis, kesehatan, hukum, hingga pendidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar hak pendidikan korban tetap terjaga dan ia dapat menyelesaikan pendidikannya hingga lulus jenjang SMA tanpa terganggu,” jelasnya. 

Sedangkan Polda Jatim juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius. Pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk kekerasan, khususnya yang menimpa anak-anak, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan melaporkan jika menemukan indikasi serupa.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Remaja 15 Tahun di Surabaya Meninggal Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Menyentuh

Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap latar belakang psikologis serta pemicu utama di balik tragedi tersebut.

3.600 MBG Dihentikan Sementara Imbas SPPG Meledak di Mojokerto

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan SPPG yang porak-poranda akibat ledakan tabung gas juga tampak belum diperbaiki dan dibersihkan.

Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Polisi mengimbau agar tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat atau memanfaatkan Call Center Layanan Kepolisian 110 apabila jadi korban kejahatan.

PDAM Surabaya Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Pengelolaan Air Mandiri CitraLand

Meski demikian, PDAM Surabaya menyatakan siap apabila pengembang secara resmi menyerahkan pengelolaan air kepada PDAM.

Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

Subandi mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka memperbarui tekad, perkuat persatuan, perluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa.

Update Ledakan di SPPG Mojokerto, Dua Korban Dirujuk ke Surabaya

Korban yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya adalah korban yang sempat dirawat di RS Gatoel, Kota Mojokerto. Luka bakarnya mencapai 90 persen.