Jumat, 19 Jun 2026 15:59 WIB

Ratusan Mahasiswa Surabaya Geruduk Grahadi, Kritik Kinerja Prabowo-Gibran

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Moris/selalu.id).
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan yang berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Konflik Lahan Gereja Bethany Surabaya Kini Mulai Temui Solusi, Pemkot Jamin Begini

Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi mulai memadati Jalan Gubernur Suryo sekitar pukul 13.30 WIB. 

Demi memberikan ruang bagi para demonstran menyampaikan aspirasi, arus lalu lintas di depan Gedung Negara Grahadi ditutup sementara dan dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif.

Sepanjang aksi berlangsung, perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti berbagai isu nasional mulai dari kondisi ekonomi, demokrasi, lingkungan hidup, hingga hak asasi manusia.

Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki kewajiban untuk menyuarakan keresahan masyarakat ketika berbagai persoalan dinilai semakin membebani kehidupan rakyat.

“Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada rakyat sekaligus upaya menjaga semangat reformasi agar tidak mengalami kemunduran,” ungkap Nasrawi di sela aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, ABS membawa tujuh tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan lembaga negara terkait.

Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga: Ada Gangguan Listrik pada Sistem Lalu Lintas di Surabaya, Berikut Lokasinya

Mahasiswa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta melakukan evaluasi terhadap pejabat-pejabat yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Selain isu ekonomi, mahasiswa mendorong DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai instrumen penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

ABS juga menyampaikan penolakan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi mengancam supremasi sipil dan mengurangi ruang demokrasi. 

Mereka menilai kebebasan berpendapat dan kontrol masyarakat terhadap pemerintah harus tetap dijaga sebagai bagian dari prinsip negara demokratis.

Persoalan lingkungan hidup turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Mahasiswa menolak berbagai bentuk eksploitasi lingkungan yang disebut berkedok proyek strategis nasional dan mendesak pemerintah melakukan pemulihan terhadap ekosistem yang mengalami kerusakan akibat aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

Baca Juga: Foto: Euforia Ulang Tahun Persebaya Surabaya ke-99

Di bidang sosial, mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program bantuan sosial lainnya. 

Mereka menilai diperlukan sistem mitigasi yang jelas, pengawasan ketat, serta mekanisme distribusi bantuan yang transparan dan tepat sasaran.

Selain itu, mahasiswa juga mengecam berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta menolak segala upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil yang menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan petugas gabungan. Hingga kini, massa dari mahasiswa masih menyuarakan tuntutannya sembari berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat merespons berbagai aspirasi yang mereka sampaikan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini 19 Juni 2026, Berikut Rincian Lengkapnya

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp2.796.000-2.830.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Angka Keberuntungan Datang, Cek Segera Bintangmu

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Kali ini banyak angka keberuntungan.

Ketika China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI, Begini Penjelasan Purbaya

Selain soal stabilitas fiskal, Purbaya mengatakan, menteri keuangan China turut memastikan cara pandang Indonesia dalam menyelesaikan masalah global.

Bikin Onar di Jalan, Puluhan Remaja di Mojokerto Diamankan

Polres Mojokerto Kota berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya.

OMIPAS Pasuruan Resmi Digelar, Dorong Kualitas Akademik-Prestasi Siswa Madrasah

Melalui OMIPAS, diharapkan lahir generasi-generasi unggul yang mampu membawa nama Kabupaten Pasuruan di berbagai ajang kompetisi.

Komplotan Curanmor dan Pembobol Konter di Probolinggo Dibekuk, Hasilnya Buat Judol dan Karaoke

Selain mencuri motor dan membobol konter HP, komplotan ini juga mencuri traktor milik para petani. Saat ini, polisi masih memburu pelaku lain yang kabur.