Sabtu, 12 Sep 2026 18:13 WIB

Eri Minta Inspektorat Usut Proyek Maut Depan Plaza Marina, Ultimatum Kontraktor dan Dinas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Jun 2026 13:07 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi takziah ke keluarga korban kecelakaan proyek di Margerejo Surabaya. (dok.Diskominfo Surabaya)
Wali Kota Eri Cahyadi takziah ke keluarga korban kecelakaan proyek di Margerejo Surabaya. (dok.Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengancam mencopot kepala dinas apabila hasil investigasi menemukan adanya kelalaian dalam pengamanan proyek saluran air yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia setelah terperosok ke lubang proyek di kawasan Margorejo Indah, depan Plaza Marina.

Pernyataan tegas itu disampaikan Eri saat bertakziah ke rumah duka almarhumah Laila Endriati di Jalan Kawatan VII, Kecamatan Bubutan, Sabtu (13/6/2026) malam.

Baca Juga: Identitas Korban Tewas dan Luka Laka Hiace di Tol Jombang-Mojokerto

Diketahui korban meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 19.55 WIB.

Eri mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah standar operasional prosedur (SOP) pengamanan proyek telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya. Saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan,” kata Eri.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan masyarakat. Karena itu, kontraktor maupun jajaran dinas terkait akan dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti lalai.

“Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

Berdasarkan informasi yang diterima Eri dari keluarga korban, di lokasi proyek sebenarnya telah dipasang barrier atau pembatas. 

Namun pemasangannya tidak menutup seluruh area sehingga masih terdapat celah yang diduga menjadi penyebab sepeda motor korban masuk ke area galian.

“Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” ujarnya.

Baca Juga: Mobil Alphard Tabrak 13 Kendaraan di Surabaya, 5 Orang Terluka

Dalam kesempatan tersebut, Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas nama Pemerintah Kota Surabaya. Ia menegaskan bahwa langkah evaluasi dan investigasi dilakukan demi memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Untuk itu, Eri meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek pemerintah di lapangan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan proyek yang minim rambu keselamatan atau berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

“Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan di mapolres untuk diproses lebih lanjut,” urai Iptu Suhartanto.

Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni berkaitan dengan desil yang terlalu tinggi.

Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

Sepeda motor Honda C-70 diduga berjalan terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vega R.

Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

"Bagaimana air bisa ditampung, disimpan, dan didistribusikan sehingga tersedia ketika musim kemarau," tegas Ony.

Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.

Ekstranas VIII di Lamongan Dibuka, Ajang Berbagi Perkembangan Vokasi di Madrasah

Akhmad Sruji Bahtiar mendorong seluruh peserta memanfaatkan momentum Ekstranas VIII untuk memperluas jejaring.