Jumat, 24 Jul 2026 20:08 WIB

Wali Kota Mojokerto Serukan Aparat Berantas Cukai Ilegal dengan Penegakan Humanis

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sambutan. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sambutan. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas penegakan peraturan daerah termasuk saat pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaksana Kegiatan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal yang digelar di Sunrise Hotel, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Momen Haru Warga Mojokerto Sambut Bantuan Air Bersih dari Pemerintah

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengingatkan bahwa jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan representasi Pemerintah Kota Mojokerto saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap tugas penertiban maupun penegakan hukum harus dilaksanakan secara santun, namun tetap tegas.

“Bangun kebersamaan yang lebih solid. Satpol PP ini juga wajah Pemkot ketika berhadapan dengan masyarakat. Ketika menjalankan tugas penertiban dan penegakan hukum, lakukan dengan humanis, sopan tetapi tegas. Bukan arogan atau marah-marah, melainkan tetap santun namun tegas,” jelasnya

Menurut Ning Ita, sikap tersebut mencerminkan integritas pemerintah dalam menegakkan aturan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penegakan hukum yang dilakukan dengan pendekatan persuasif akan lebih mudah diterima masyarakat tanpa mengurangi kewibawaan aparat.

Baca Juga: 690 Kios di Mojokerto Menunggak Bayar Retribusi, Pemkab Rugi 961 Juta

“Hal itu mencerminkan bahwa Pemkot memiliki integritas untuk menegakkan aturan, tetapi juga melayani masyarakat. Caranya harus dengan sopan. Satpol PP adalah wajah Pemkot ketika berhadapan dengan masyarakat. Tolong itu terus diingat saat turun ke lapangan,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan, setiap personel Satpol PP tidak hanya membawa nama pribadi saat menjalankan tugas, melainkan juga membawa citra Pemerintah Kota Mojokerto.

“Ketika turun ke masyarakat, bukan hanya membawa diri sendiri, tetapi membawa wajah Pemkot. Karena Satpol PP adalah aparaturnya Pemkot,” katanya.

Baca Juga: Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Untuk diketahui bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kota Mojokerto.

Selain digunakan untuk mendukung pemberantasan barang kena cukai ilegal, DBHCHT juga dimanfaatkan untuk pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Borong Penghargaan Nasional, Berikut Rinciannya

Penghargaan Kapolri diberikan berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Mandiri Instansional Tahun 2025.

6 Penyebab Mobil Listrik Terbakar, Wajib Waspada

Mobil listrik pada dasarnya dirancang dengan sistem keamanan berlapis, namun dalam kondisi tertentu tetap berpotensi terbakar.

Mobil Listrik Terbakar di Basement Apartemen Trillium Surabaya, Pengunjung Panik

Insiden itu pun membuat panik pengunjung hingga menarik perhatian pengguna jalan karena asap dan apinya terlihat dari jalan.

Lapak Barang Bekas di Kaliwaron Digerebek, Temukan Kursi Besi Berlogo Pemkot Surabaya

Dalam temuan ini, seorang yang diduga sebagai pemilik lapak turut dibawa ke Polsek Gubeng untuk menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Makam Keputih Surabaya Bakal Diterapkan Parkir Non-Tunai dan Sistem Gate Ber-CCTV

Langkah ini diambil setelah banyaknya laporan warga terkait tarif parkir yang melebihi ketentuan atau terlalu mahal.

Sidoarjo Sandang Status Kabupaten STBM 5 Pilar, Jadi yang ke-5 di Jawa Timur

Predikat itu diperoleh setelah tim verifikasi lapangan Kementerian Kesehatan melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan.