Minggu, 18 Okt 2026 19:10 WIB

Penjelasan Pengembang Soal Pembangunan Lapangan Padel di Keputih Surabaya usai Diprotes Warga

Proyek pembangunan lapangan padel di Keputih Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Proyek pembangunan lapangan padel di Keputih Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Pihak pengembang Grand Eastern menyatakan pembangunan lapangan padel di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya telah sesuai dengan sertifikat kepemilikan dan perizinan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul protes sejumlah petani tambak yang menilai proyek pembangunan lapangan padel telah menyerobot sungai dan sempadan di sekitar lokasi pembangunan.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Project Director Grand Eastern, Johan Prajitno mengatakan seluruh proses pembangunan dilakukan berdasarkan alas hak kepemilikan yang dimiliki perusahaan serta mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku.

“Pasti kita bangunnya sesuai dengan alas hak kepemilikan kita. Kedua, pembangunannya kita juga sesuai dengan perizinan,” tegasnya, Selasa (2/6/2026).

Johan mengakui dalam proses pembangunan sempat terjadi kelalaian karena konstruksi berada terlalu dekat dengan sungai yang berada di sekitar proyek.

Namun, menurutnya, setelah mengetahui adanya kondisi tersebut, pihak pengembang langsung melakukan penyesuaian agar pembangunan kembali sesuai dengan batas yang ditentukan dalam perizinan.

“Mengenai pembangunan memang kita kapan hari ada kelalaian, itu agak merepet ke sungai. Tetapi setelah itu kan sudah sudah kita geser, sesuaikan dengan perizinan,” jelas Johan.

Johan menegaskan bahwa setelah dilakukan penyesuaian, tidak ada lagi persoalan terkait legalitas pembangunan lapangan padel tersebut.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Menurutnya, perusahaan telah memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan sehingga tidak ada pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Selain mempersoalkan dugaan pelanggaran sempadan sungai, para petani tambak juga disebut meminta akses jalan yang melintasi lahan milik pengembang.

Namun, Johan menilai permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena akses yang dimaksud berada di atas lahan yang menjadi bagian dari hak kepemilikan perusahaan.

“Kita negara hukum ya ngikutin aturan saja. Kalau mereka bilang akses petani tambak, mereka meminta lahan yang bukan punyanya mereka untuk dilewati kan ya lucu,” ungkapnya.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Ia menyatakan bahwa penyelesaian persoalan tersebut harus mengacu pada ketentuan hukum dan hak kepemilikan yang sah.

“Bapak yang punya rumah, saya tuntut karena nggak ngasih saya jalan, padahal itu rumahnya Bapak. Akses yang termasuk di dalam alas hak kepemilikannya kita, yang diminta mereka,” papar Johan.

Sebelumnya, sejumlah petani tambak di kawasan Keputih, Surabaya memprotes pembangunan lapangan padel tersebut karena dianggap mengganggu area sungai dan sempadan serta berdampak terhadap akses menuju tambak yang mereka kelola.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.