Minggu, 19 Jul 2026 07:52 WIB

Penjelasan Pengembang Soal Pembangunan Lapangan Padel di Keputih Surabaya usai Diprotes Warga

Proyek pembangunan lapangan padel di Keputih Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).
Proyek pembangunan lapangan padel di Keputih Surabaya. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Pihak pengembang Grand Eastern menyatakan pembangunan lapangan padel di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya telah sesuai dengan sertifikat kepemilikan dan perizinan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul protes sejumlah petani tambak yang menilai proyek pembangunan lapangan padel telah menyerobot sungai dan sempadan di sekitar lokasi pembangunan.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Project Director Grand Eastern, Johan Prajitno mengatakan seluruh proses pembangunan dilakukan berdasarkan alas hak kepemilikan yang dimiliki perusahaan serta mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku.

“Pasti kita bangunnya sesuai dengan alas hak kepemilikan kita. Kedua, pembangunannya kita juga sesuai dengan perizinan,” tegasnya, Selasa (2/6/2026).

Johan mengakui dalam proses pembangunan sempat terjadi kelalaian karena konstruksi berada terlalu dekat dengan sungai yang berada di sekitar proyek.

Namun, menurutnya, setelah mengetahui adanya kondisi tersebut, pihak pengembang langsung melakukan penyesuaian agar pembangunan kembali sesuai dengan batas yang ditentukan dalam perizinan.

“Mengenai pembangunan memang kita kapan hari ada kelalaian, itu agak merepet ke sungai. Tetapi setelah itu kan sudah sudah kita geser, sesuaikan dengan perizinan,” jelas Johan.

Johan menegaskan bahwa setelah dilakukan penyesuaian, tidak ada lagi persoalan terkait legalitas pembangunan lapangan padel tersebut.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Menurutnya, perusahaan telah memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan sehingga tidak ada pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Selain mempersoalkan dugaan pelanggaran sempadan sungai, para petani tambak juga disebut meminta akses jalan yang melintasi lahan milik pengembang.

Namun, Johan menilai permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena akses yang dimaksud berada di atas lahan yang menjadi bagian dari hak kepemilikan perusahaan.

“Kita negara hukum ya ngikutin aturan saja. Kalau mereka bilang akses petani tambak, mereka meminta lahan yang bukan punyanya mereka untuk dilewati kan ya lucu,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Ia menyatakan bahwa penyelesaian persoalan tersebut harus mengacu pada ketentuan hukum dan hak kepemilikan yang sah.

“Bapak yang punya rumah, saya tuntut karena nggak ngasih saya jalan, padahal itu rumahnya Bapak. Akses yang termasuk di dalam alas hak kepemilikannya kita, yang diminta mereka,” papar Johan.

Sebelumnya, sejumlah petani tambak di kawasan Keputih, Surabaya memprotes pembangunan lapangan padel tersebut karena dianggap mengganggu area sungai dan sempadan serta berdampak terhadap akses menuju tambak yang mereka kelola.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.

Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Kasus ini bermula saat RI sangat membutuhkan biaya pengobatan darurat untuk anak pertamanya yang mengidap penyakit Autoimun dan ASD.

Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ali menjelaskan seluruh aspirasi yang diterima dari masyarakat nantinya akan diperjuangkan melalui kader-kader Golkar.

Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Kegiatan yang akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo tersebut menjadi ruang berkumpul bagi para pencinta sepak bola di Kota Delta.

520 Peserta Ikut MTQ Sidoarjo 2026, Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi

Selain trofi dan uang pembinaan di setiap cabang lomba, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan hadiah paket umrah bagi para juara.