Kamis, 03 Sep 2026 15:38 WIB

KPU Surabaya Kaji Dapil Baru, Persaingan Kursi DPRD Berpotensi Berubah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Jun 2026 18:27 WIB
Kantor KPU Surabaya. (Dok. selalu.id).
Kantor KPU Surabaya. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya mulai mengkaji kemungkinan pemekaran daerah pemilihan (dapil) untuk pemilu mendatang.

Langkah tersebut berpotensi mengubah peta politik Kota Pahlawan seiring perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk di sejumlah kecamatan.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno mengatakan kajian dilakukan untuk memastikan pembagian dapil tetap sesuai dengan kondisi terkini. Menurutnya, perkembangan wilayah yang cukup pesat membuat konfigurasi dapil pada Pemilu 2024 perlu dievaluasi kembali.

“Bisa jadi daerah pemilihan pada Pemilu 2024 lalu sudah kurang relevan dengan perkembangan kewilayahan kecamatan di Surabaya. Karena itu saat ini KPU Surabaya melakukan kajian daerah pemilihan,” katanya, Selasa (2/6/2026)

Pria yang akrab disapa Nano ini menjelaskan, kajian pemekaran dapil tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan kursi DPRD Surabaya.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan keterwakilan masyarakat tetap proporsional sesuai jumlah penduduk dan karakteristik wilayah masing-masing.

Apabila hasil kajian merekomendasikan perubahan dapil, maka susunan daerah pemilihan yang digunakan pada Pemilu 2024 berpotensi mengalami penyesuaian.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Sejumlah wilayah yang selama ini berada dalam satu dapil dapat dipisah atau disusun ulang mengikuti perkembangan terbaru.

Menurut Nano, penataan dapil bertujuan memperkuat representasi masyarakat dalam proses politik dan pembangunan daerah.

“Tujuannya agar representasi masyarakat semakin baik dan aspirasi warga dapat terakomodasi lebih optimal,” bebernya.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Ia menambahkan, peningkatan kualitas demokrasi harus berjalan seiring dengan perkembangan Kota Surabaya. Hal itu, tercermin dari meningkatnya partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024.

Karena itu, jika pemekaran dapil nantinya direalisasikan, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat demokrasi lokal sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Surabaya.

“Dengan representasi yang semakin baik, diharapkan semangat pembangunan kota juga semakin kuat,” pungkas Nano.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.