Minggu, 19 Jul 2026 07:49 WIB

KPU Surabaya Kaji Dapil Baru, Persaingan Kursi DPRD Berpotensi Berubah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Jun 2026 18:27 WIB
Kantor KPU Surabaya. (Dok. selalu.id).
Kantor KPU Surabaya. (Dok. selalu.id).

selalu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya mulai mengkaji kemungkinan pemekaran daerah pemilihan (dapil) untuk pemilu mendatang.

Langkah tersebut berpotensi mengubah peta politik Kota Pahlawan seiring perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk di sejumlah kecamatan.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno mengatakan kajian dilakukan untuk memastikan pembagian dapil tetap sesuai dengan kondisi terkini. Menurutnya, perkembangan wilayah yang cukup pesat membuat konfigurasi dapil pada Pemilu 2024 perlu dievaluasi kembali.

“Bisa jadi daerah pemilihan pada Pemilu 2024 lalu sudah kurang relevan dengan perkembangan kewilayahan kecamatan di Surabaya. Karena itu saat ini KPU Surabaya melakukan kajian daerah pemilihan,” katanya, Selasa (2/6/2026)

Pria yang akrab disapa Nano ini menjelaskan, kajian pemekaran dapil tidak semata-mata berkaitan dengan penambahan kursi DPRD Surabaya.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan keterwakilan masyarakat tetap proporsional sesuai jumlah penduduk dan karakteristik wilayah masing-masing.

Apabila hasil kajian merekomendasikan perubahan dapil, maka susunan daerah pemilihan yang digunakan pada Pemilu 2024 berpotensi mengalami penyesuaian.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Sejumlah wilayah yang selama ini berada dalam satu dapil dapat dipisah atau disusun ulang mengikuti perkembangan terbaru.

Menurut Nano, penataan dapil bertujuan memperkuat representasi masyarakat dalam proses politik dan pembangunan daerah.

“Tujuannya agar representasi masyarakat semakin baik dan aspirasi warga dapat terakomodasi lebih optimal,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Ia menambahkan, peningkatan kualitas demokrasi harus berjalan seiring dengan perkembangan Kota Surabaya. Hal itu, tercermin dari meningkatnya partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pilkada 2024.

Karena itu, jika pemekaran dapil nantinya direalisasikan, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat demokrasi lokal sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Surabaya.

“Dengan representasi yang semakin baik, diharapkan semangat pembangunan kota juga semakin kuat,” pungkas Nano.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.

Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Kasus ini bermula saat RI sangat membutuhkan biaya pengobatan darurat untuk anak pertamanya yang mengidap penyakit Autoimun dan ASD.

Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ali menjelaskan seluruh aspirasi yang diterima dari masyarakat nantinya akan diperjuangkan melalui kader-kader Golkar.

Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Kegiatan yang akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo tersebut menjadi ruang berkumpul bagi para pencinta sepak bola di Kota Delta.

520 Peserta Ikut MTQ Sidoarjo 2026, Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi

Selain trofi dan uang pembinaan di setiap cabang lomba, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan hadiah paket umrah bagi para juara.