Luis Enrique Bawa PSG Raih UCL Dua Kali: Transformasi Tim Bertabur Bintang jadi Mesin Juara Eropa
- Penulis : Tim Selalu
- | Minggu, 31 Mei 2026 11:45 WIB
selalu.id - Paris Saint-Germain kembali menorehkan sejarah dengan menjuarai Liga Champions 2026 usai mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 di final yang berlangsung di Budapest. Gelar ini menjadikan PSG menjadi tim kedua di era modern yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions secara beruntun setelah Real Madrid.
Di balik keberhasilan itu, media-media Prancis menyoroti satu faktor utama yakni transformasi besar yang dilakukan pelatih Luis Enrique. Sosok pelatih asal Spanyol tersebut dinilai berhasil mengubah identitas PSG dari klub kaya raya yang selama bertahun-tahun mengandalkan bintang-bintang besar, menjadi tim yang mengandalkan kolektivitas dan disiplin permainan.
Baca Juga: Lagi, PSG Juara Liga Champions
Kemenangan atas Arsenal juga menampilkan wajah baru PSG. Jika pada musim sebelumnya mereka menjuarai Liga Champions dengan permainan menyerang yang dominan, kali ini tim dengan sponsor Qatar Airlines itu justru menang lewat ketangguhan mental dan kesabaran menghadapi tekanan lawan.
"Kami menderita sejak menit awal akibat gol cepat itu, tetapi tim ini menunjukkan respons dari seorang juara sejati. Memenangkan gelar ini untuk pertama kalinya bagi klub dengan cara seperti ini adalah sesuatu yang ajaib," ujar Luis Enrique seperti yang dilansir Le Parisien.
Baca Juga: Bentrok Jelang Final Liga Champions: Suporter PSG dan Arsenal Saling Serang di Budapest
Sementara itu, pahlawan penyama kedudukan PSG, Ousmane Dembele, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan klub malam itu adalah ketenangan saat berada di bawah tekanan ekstrem, terutama saat menyelesaikan penalti.
"Saya tahu betapa besarnya arti trofi ini bagi para pendukung kami di Paris. Ketika saya maju menyelesaikan penalti di waktu normal maupun saat adu penalti, saya hanya fokus untuk tetap tenang dan melakukan tugas saya," tutur Dembele kepada media Prancis L'Equipe .
Baca Juga: Meski PSG Diunggulkan, Ini 3 Faktor yang Bisa Bikin Arsenal Cetak Sejarah di Final UCL
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang investasi besar Qatar Sports Investments (QSI) sejak mengambil alih klub pada tahun 2011 untuk merajai benua Eropa. Pesta pora pun langsung pecah di jalanan kota Paris sesaat setelah Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi tendangan penalti terakhir Arsenal.
Media barat memberikesan bahwa gelar Liga Champions 2026 bukan hanya tentang trofi kedua secara beruntun bagi PSG. melainkan menjadi bukti bahwa proyek Luis Enrique yang menempatkan tim di atas value individu, telah mengubah PSG menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa saat ini.
Editor : Redaksi