Kamis, 03 Sep 2026 15:46 WIB

Ketika Warga Surabaya Masih Bingung Mau Buang Sampah Rumah Tangga Kemana

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mei 2026 12:18 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di salah satu TPS. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di salah satu TPS. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Persoalan sulitnya membuang sampah rumah tangga berukuran besar seperti kasur, sofa, hingga lemari bekas kini menjadi keluhan warga di Kota Surabaya.

Itu terungkap saat reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno di kawasan Kutisari Utara, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Senin (25/5/2026) malam.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Kepada Anas, warga mengaku masih banyak yang belum mengetahui lokasi tempat pembuangan sampah besar atau bulky waste yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Akibatnya, sebagian warga kebingungan saat harus membuang barang bekas rumah tangga usai renovasi rumah maupun kerja bakti lingkungan.

Ketua RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Miswanto mengatakan persoalan sampah besar kerap menjadi masalah di lingkungan permukiman.

“Kadang warga punya kasur bekas, lemari rusak atau sofa lama bingung mau dibuang ke mana. Kalau dibuang sembarangan takut kena sanksi, karena tidak semua warga punya kendaraan untuk membuang sendiri,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan itu, Anas Karno menilai persoalan sampah bulky waste perlu mendapat perhatian serius karena masih minimnya informasi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, Pemkot Surabaya sebenarnya telah menyediakan sejumlah TPS khusus sampah besar di berbagai wilayah. Namun sosialisasi hingga tingkat kampung dinilai masih belum maksimal.

“Jangan sampai masyarakat bingung membuang kasur atau sofa bekas lalu akhirnya dibuang sembarangan karena tidak tahu tempatnya,” katanya.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Anas Karno pun meminta pihak kelurahan dan kecamatan lebih aktif memberikan edukasi kepada warga terkait lokasi TPS bulky waste hingga mekanisme pembuangannya.

“Kami akan dorong agar pihak kelurahan dan kecamatan aktif menyampaikan informasi lokasi TPS khusus sampah besar sampai tingkat RT dan RW,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya sistem pengangkutan sampah besar secara berkala melalui koordinasi antara kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait agar memudahkan masyarakat.

“Kalau ada sistem pengangkutan terjadwal tentu akan membantu warga dan mencegah munculnya titik pembuangan liar,” jelas Anas Karno.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penguatan ekonomi masyarakat melalui bantuan koperasi lingkungan dan paguyuban pinjaman warga.

Anas Karno pun memastikan aspirasi warga akan dikawal agar mendapat perhatian pemerintah kota.

“Koperasi lingkungan penting untuk membantu perputaran ekonomi warga kecil, dan ini akan kami perjuangkan,” tandasnya.

Diketahui, fasilitas TPS bulky waste saat ini telah tersedia di sejumlah titik di 31 kecamatan Surabaya untuk menampung sampah non-domestik dan barang rumah tangga berukuran besar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.