Minggu, 18 Okt 2026 22:09 WIB

Tidak Lari Jauh, ART Pencuri Emas dan Dolar di Surabaya Ditangkap di Banyu Urip

Aksi ART ER saat kedapatan mencuri emas lewat CCTV.
Aksi ART ER saat kedapatan mencuri emas lewat CCTV.

selalu.id - Setelah dilaporkan pada Rabu (20/5/2026), ER, asisten rumah tangga (ART) yang mencuri emas dan uang dolar milik warga Jalan Legundi, Genteng, Surabaya, akhirnya dibekuk Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya..

Warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember itu ditangkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan analisa rekaman CCTV.

Baca Juga: Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang mengatakan, penangkapan dilakukan di tempat tinggal pelaku di kawasan Banyu Urip pada Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Tersangka ER dilakukan penangkapan di tempat tinggalnya Banyu Urip, Surabaya pada Jumat 22 Mei 2026 pukul 18.00,” ujar Raditya, Minggu (24/5/2026). 

Kasus pencurian tersebut sebelumnya dilaporkan korban bernama Diah Lesti (32), warga Jalan Legundi, Genteng. Korban mengaku kehilangan emas batangan 10 gram dan uang dolar usai merekrut ART melalui grup Facebook bernama “Loker ART Surabaya”.

Korban mengatakan pelaku awalnya mengaku bernama Nur dan tertarik dengan lowongan ART yang diposting korban di media sosial.

“Awalnya saya nyari ART lewat Facebook. Lewat grup di Facebook, namanya Loker ART Surabaya,” ungkap Lesti.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali PRT, Tak Hanya Pekerja tapi Juga Lindungi Agen P3RT

Setelah sepakat bekerja, pelaku mulai masuk kerja pada Senin 20 April 2026 sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai Honda Scoopy hitam bernopol L 2917 BC.

Namun sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku berpamitan untuk menjemput anaknya dan tidak pernah kembali ke rumah korban.

“Waktu itu dia pagi datang sekitar jam 7, terus jam 10 pamit pulang jemput anaknya. Tapi dia gak balik-balik,” lanjutnya.

Merasa curiga, korban kemudian melakukan pengecekan nomor ponsel pelaku melalui aplikasi Get Contact. Dari aplikasi tersebut, korban menemukan banyak tanda atau tag yang menyebut pelaku sebagai penipu.

Baca Juga: Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

“Aku cek di Get Contact, ternyata banyak yang ngasih tag penipu. Akhirnya saya cek-cek, kok ada yang hilang barangku. Emas batangan 10 gram sama dollar yang hilang,” bebernya.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng. Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan laporan tersebut dan menyebut pelaku juga diduga beraksi di wilayah hukum Polsek Kenjeran.

“Terduga pelaku juga dilaporkan ke Polsek Kenjeran oleh korban lain. Kemungkinan pelaku ini spesialis,” tutur mantan Kanit Reskrim Polsek Bubutan tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.