Kamis, 03 Sep 2026 11:31 WIB

Tidak Lari Jauh, ART Pencuri Emas dan Dolar di Surabaya Ditangkap di Banyu Urip

Aksi ART ER saat kedapatan mencuri emas lewat CCTV.
Aksi ART ER saat kedapatan mencuri emas lewat CCTV.

selalu.id - Setelah dilaporkan pada Rabu (20/5/2026), ER, asisten rumah tangga (ART) yang mencuri emas dan uang dolar milik warga Jalan Legundi, Genteng, Surabaya, akhirnya dibekuk Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya..

Warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember itu ditangkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan analisa rekaman CCTV.

Baca Juga: Ketagihan Judi Online, Pria di Pacitan Nekat Curi Uang dan Emas Rp350 Juta

Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang mengatakan, penangkapan dilakukan di tempat tinggal pelaku di kawasan Banyu Urip pada Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Tersangka ER dilakukan penangkapan di tempat tinggalnya Banyu Urip, Surabaya pada Jumat 22 Mei 2026 pukul 18.00,” ujar Raditya, Minggu (24/5/2026). 

Kasus pencurian tersebut sebelumnya dilaporkan korban bernama Diah Lesti (32), warga Jalan Legundi, Genteng. Korban mengaku kehilangan emas batangan 10 gram dan uang dolar usai merekrut ART melalui grup Facebook bernama “Loker ART Surabaya”.

Korban mengatakan pelaku awalnya mengaku bernama Nur dan tertarik dengan lowongan ART yang diposting korban di media sosial.

“Awalnya saya nyari ART lewat Facebook. Lewat grup di Facebook, namanya Loker ART Surabaya,” ungkap Lesti.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

Setelah sepakat bekerja, pelaku mulai masuk kerja pada Senin 20 April 2026 sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai Honda Scoopy hitam bernopol L 2917 BC.

Namun sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku berpamitan untuk menjemput anaknya dan tidak pernah kembali ke rumah korban.

“Waktu itu dia pagi datang sekitar jam 7, terus jam 10 pamit pulang jemput anaknya. Tapi dia gak balik-balik,” lanjutnya.

Merasa curiga, korban kemudian melakukan pengecekan nomor ponsel pelaku melalui aplikasi Get Contact. Dari aplikasi tersebut, korban menemukan banyak tanda atau tag yang menyebut pelaku sebagai penipu.

Baca Juga: Sekuriti dan Polisi Ringkus Dua Pria Pencuri Kabel Tembaga di Kawasan Industri Gresik

“Aku cek di Get Contact, ternyata banyak yang ngasih tag penipu. Akhirnya saya cek-cek, kok ada yang hilang barangku. Emas batangan 10 gram sama dollar yang hilang,” bebernya.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng. Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya membenarkan laporan tersebut dan menyebut pelaku juga diduga beraksi di wilayah hukum Polsek Kenjeran.

“Terduga pelaku juga dilaporkan ke Polsek Kenjeran oleh korban lain. Kemungkinan pelaku ini spesialis,” tutur mantan Kanit Reskrim Polsek Bubutan tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.