Kamis, 03 Sep 2026 11:27 WIB

Antisipasi Ancaman Tuberkulosis, Pemkab Sidoarjo Libatkan PKK hingga Desa Siaga

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 22 Mei 2026 12:09 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi saat sosialisasi. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi saat sosialisasi. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Ancaman tuberkulosis (TB) di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Di tengah ribuan kasus yang masih ditemukan, Pemkab Sidoarjo memasang target eliminasi TB lebih cepat dari target nasional, yakni pada tahun 2028.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Upaya percepatan itu dilakukan melalui penguatan deteksi dini, perluasan layanan pengobatan hingga pelibatan aktif kader PKK dan masyarakat dalam pendampingan pasien maupun edukasi lingkungan sehat.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat terdapat sekitar 5.800 kasus TB. Dari jumlah tersebut, penanganan telah mencapai sekitar 91 persen atau sekitar 5.700 kasus. Pemerintah daerah pun terus memperluas penemuan kasus suspect TB melalui screening aktif di tengah masyarakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono mengatakan, layanan pengobatan TB kini telah tersedia di 170 fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

Selain memperkuat fasilitas kesehatan, pembentukan Desa Siaga TB juga terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus menekan potensi penularan di lingkungan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan TB karena berada langsung di tengah masyarakat dan keluarga.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya.

Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling untuk menjaga kebersihan perlengkapan tidur serta mengurangi risiko penyebaran penyakit di rumah.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TB.

Menurutnya, pasien membutuhkan dukungan agar disiplin menjalani pengobatan hingga sembuh.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” jelas Sriatun.

Ia juga meminta pasien TB tetap disiplin menggunakan masker guna mencegah penularan kepada orang lain.

Sementara itu, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya cukup cepat apabila tidak segera ditangani. Bahkan satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menambahkan, kondisi lingkungan menjadi faktor penting dalam penularan TB, mulai dari ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni hingga kelembaban ruangan.

Menurutnya, rumah sehat idealnya memiliki ventilasi memadai dengan tingkat kelembaban sekitar 60 persen agar sirkulasi udara berjalan baik.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” jelasnya.

Selain penguatan layanan kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga terus mendorong imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.