Selasa, 20 Okt 2026 13:53 WIB

Antisipasi Ancaman Tuberkulosis, Pemkab Sidoarjo Libatkan PKK hingga Desa Siaga

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 22 Mei 2026 12:09 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi saat sosialisasi. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi saat sosialisasi. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Ancaman tuberkulosis (TB) di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Di tengah ribuan kasus yang masih ditemukan, Pemkab Sidoarjo memasang target eliminasi TB lebih cepat dari target nasional, yakni pada tahun 2028.

Baca Juga: Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Upaya percepatan itu dilakukan melalui penguatan deteksi dini, perluasan layanan pengobatan hingga pelibatan aktif kader PKK dan masyarakat dalam pendampingan pasien maupun edukasi lingkungan sehat.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat terdapat sekitar 5.800 kasus TB. Dari jumlah tersebut, penanganan telah mencapai sekitar 91 persen atau sekitar 5.700 kasus. Pemerintah daerah pun terus memperluas penemuan kasus suspect TB melalui screening aktif di tengah masyarakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono mengatakan, layanan pengobatan TB kini telah tersedia di 170 fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

Selain memperkuat fasilitas kesehatan, pembentukan Desa Siaga TB juga terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus menekan potensi penularan di lingkungan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan TB karena berada langsung di tengah masyarakat dan keluarga.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya.

Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling untuk menjaga kebersihan perlengkapan tidur serta mengurangi risiko penyebaran penyakit di rumah.

Baca Juga: Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TB.

Menurutnya, pasien membutuhkan dukungan agar disiplin menjalani pengobatan hingga sembuh.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” jelas Sriatun.

Ia juga meminta pasien TB tetap disiplin menggunakan masker guna mencegah penularan kepada orang lain.

Sementara itu, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya cukup cepat apabila tidak segera ditangani. Bahkan satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya.

Baca Juga: Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menambahkan, kondisi lingkungan menjadi faktor penting dalam penularan TB, mulai dari ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni hingga kelembaban ruangan.

Menurutnya, rumah sehat idealnya memiliki ventilasi memadai dengan tingkat kelembaban sekitar 60 persen agar sirkulasi udara berjalan baik.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” jelasnya.

Selain penguatan layanan kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga terus mendorong imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.