Senin, 19 Okt 2026 16:50 WIB

Reses DPRD Surabaya di Wiyung, Warga Keluhkan Penertiban PKL hingga SWK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Mei 2026 22:00 WIB

selalu.id - Agenda reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko dibanjiri keluhan warga terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga kondisi Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang makin sepi pembeli di Kelurahan Wiyung, Rabu (20/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri warga RW 1, 3, 4, dan 5 itu, sejumlah pedagang mengaku omzet mereka anjlok setelah relokasi ke SWK. Bahkan ada pedagang yang harus merugi setiap hari karena dagangan tidak laku.

Baca Juga: Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

“Modal Rp400 ribu sehari, pulangnya cuma Rp200 ribu,” kata Yona.

Menurut dia, persoalan SWK di Surabaya saat ini bukan lagi soal fasilitas, melainkan minimnya pengunjung yang membuat banyak pedagang kesulitan bertahan.

Yona mengungkapkan, penertiban PKL memang sedang digencarkan Pemkot Surabaya seiring program pengembalian fungsi 131 ruas jalan di Kota Pahlawan.

Karena itu, ia menilai pemerintah tidak bisa hanya fokus melakukan penertiban tanpa memikirkan keberlangsungan ekonomi pedagang kecil setelah dipindahkan ke SWK.

“Banyak SWK hidup segan mati tak mau. Akhirnya jualannya sama semua dan banyak yang rugi,” jelas Yona.

Dalam reses tersebut, ia juga sempat mengecek kondisi SWK Wiyung. Yona menyebut fasilitas SWK sebenarnya cukup baik dan masih tersedia 11 stan kosong yang bisa digunakan warga tanpa biaya sewa.

Baca Juga: Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Pedagang hanya dikenakan iuran operasional sekitar Rp367 ribu per bulan untuk listrik, air, dan kebersihan.

“Kalau ada yang bilang masuk SWK harus bayar jutaan, laporkan ke saya,” tegasnya.

Selain soal SWK, warga juga mengeluhkan pola penertiban PKL yang dinilai belum merata. Warga RT 02 Wiyung, Aslan, meminta Satpol PP tidak melakukan penertiban secara tebang pilih.

“Ada titik yang dibersihkan total, tapi tempat lain dibiarkan. PKL juga perlu solusi supaya tidak kehilangan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga: Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Menanggapi hal itu, Yona meminta penertiban dilakukan secara adil dan dibarengi solusi konkret bagi pedagang kecil, khususnya warga Surabaya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan relokasi benar-benar mampu menopang penghasilan pedagang, bukan sekadar memindahkan lokasi usaha.

“Khusus PKL ber-KTP Surabaya, pemerintah kota harus hadir memberi solusi. Jangan hanya menertibkan lalu selesai,” ujarnya.

Selain isu PKL dan SWK, warga dalam reses juga menyampaikan persoalan lain seperti zonasi sekolah, data bantuan sosial, hingga pembangunan fasilitas umum di lingkungan Wiyung.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kapolresta Sidoarjo Berganti, Ini Pesan Khusus Bupati Subandi

Kombes Pol Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama dua tahun sepuluh bulan masa jabatannya saat jadi Kapolresta Sidoarjo.

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.