Jumat, 04 Sep 2026 12:54 WIB

Reses DPRD Surabaya di Wiyung, Warga Keluhkan Penertiban PKL hingga SWK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Mei 2026 22:00 WIB

selalu.id - Agenda reses Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko dibanjiri keluhan warga terkait penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga kondisi Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang makin sepi pembeli di Kelurahan Wiyung, Rabu (20/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri warga RW 1, 3, 4, dan 5 itu, sejumlah pedagang mengaku omzet mereka anjlok setelah relokasi ke SWK. Bahkan ada pedagang yang harus merugi setiap hari karena dagangan tidak laku.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Modal Rp400 ribu sehari, pulangnya cuma Rp200 ribu,” kata Yona.

Menurut dia, persoalan SWK di Surabaya saat ini bukan lagi soal fasilitas, melainkan minimnya pengunjung yang membuat banyak pedagang kesulitan bertahan.

Yona mengungkapkan, penertiban PKL memang sedang digencarkan Pemkot Surabaya seiring program pengembalian fungsi 131 ruas jalan di Kota Pahlawan.

Karena itu, ia menilai pemerintah tidak bisa hanya fokus melakukan penertiban tanpa memikirkan keberlangsungan ekonomi pedagang kecil setelah dipindahkan ke SWK.

“Banyak SWK hidup segan mati tak mau. Akhirnya jualannya sama semua dan banyak yang rugi,” jelas Yona.

Dalam reses tersebut, ia juga sempat mengecek kondisi SWK Wiyung. Yona menyebut fasilitas SWK sebenarnya cukup baik dan masih tersedia 11 stan kosong yang bisa digunakan warga tanpa biaya sewa.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Pedagang hanya dikenakan iuran operasional sekitar Rp367 ribu per bulan untuk listrik, air, dan kebersihan.

“Kalau ada yang bilang masuk SWK harus bayar jutaan, laporkan ke saya,” tegasnya.

Selain soal SWK, warga juga mengeluhkan pola penertiban PKL yang dinilai belum merata. Warga RT 02 Wiyung, Aslan, meminta Satpol PP tidak melakukan penertiban secara tebang pilih.

“Ada titik yang dibersihkan total, tapi tempat lain dibiarkan. PKL juga perlu solusi supaya tidak kehilangan pekerjaan,” katanya.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Menanggapi hal itu, Yona meminta penertiban dilakukan secara adil dan dibarengi solusi konkret bagi pedagang kecil, khususnya warga Surabaya.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan relokasi benar-benar mampu menopang penghasilan pedagang, bukan sekadar memindahkan lokasi usaha.

“Khusus PKL ber-KTP Surabaya, pemerintah kota harus hadir memberi solusi. Jangan hanya menertibkan lalu selesai,” ujarnya.

Selain isu PKL dan SWK, warga dalam reses juga menyampaikan persoalan lain seperti zonasi sekolah, data bantuan sosial, hingga pembangunan fasilitas umum di lingkungan Wiyung.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.