Senin, 20 Jul 2026 08:48 WIB

Gebrakan Ketua DPRD Surabaya Jelang Reses pada 20 Mei 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 19 Mei 2026 10:00 WIB
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri. (Dok. DPRD Surabaya).
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri. (Dok. DPRD Surabaya).

selalu.id - DPRD Kota Surabaya mulai menerapkan langkah baru menjelang pelaksanaan reses anggota dewan yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 Mei 2026.

Seluruh anggota DPRD diwajibkan menandatangani pakta integritas sebelum turun ke masyarakat menyerap aspirasi warga.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kebijakan itu disampaikan Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri usai forum diskusi bersama Kejaksaan Negeri Surabaya, Senin (18/5/2026).

Dalam agenda tersebut, DPRD menggandeng bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan untuk memberikan pendampingan hukum terkait pelaksanaan reses dan administrasi pertanggungjawaban anggaran.

Politisi PDIP yang akrab disapa Kaji Ipuk itu mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola internal DPRD sekaligus mencegah potensi persoalan hukum dalam pelaksanaan reses.

“Ketika sebelum pelaksanaan, wajib menandatangani fakta integritas. Itu bentuk komitmen bersama agar pelaksanaan reses berjalan baik dan tertib,” jelasnya.

Ipuk mengatakan, reses merupakan amanat Undang-Undang MD3 yang mewajibkan anggota DPRD turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Namun dalam praktiknya, terdapat penggunaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum.

Karena itu, DPRD Surabaya memilih pendekatan preventif dengan menggandeng kejaksaan agar seluruh anggota dewan memahami aturan sejak awal sebelum kegiatan berlangsung.

“Lebih baik kita melakukan langkah persuasif. Ini pertama kali DPRD mendapatkan pendampingan dari kejaksaan, khususnya Datun, agar hal-hal yang berkaitan dengan tata usaha negara dan administrasi bisa dipahami seluruh anggota DPR,” tegasnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Ipuk menambahkan, ritme kerja anggota DPRD yang sangat dinamis membuat pemahaman soal administrasi dan regulasi menjadi penting agar tidak terjadi kesalahan di lapangan.

“Anggota DPR ini kan makhluk politik. Ritme kegiatannya terus bergerak dan harapan masyarakat juga terus datang. Maka pemahaman hukum dan administrasi ini penting supaya tidak terjadi persoalan yang bersinggungan dengan hukum,” bebernya.

Selain penandatanganan fakta integritas, DPRD Surabaya juga mulai menyiapkan pemetaan titik reses dan kelengkapan administrasi pendukung. Setiap anggota dewan diwajibkan melaporkan lokasi kegiatan serta dokumen pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Ipuk memastikan pihak kejaksaan tidak melakukan pengawasan langsung saat reses berlangsung.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Pendampingan yang diberikan lebih difokuskan pada penguatan pemahaman hukum dan tata kelola administrasi.

“Bukan mengawasi langsung ke lokasi, tapi membangun nalar dan pemahaman hukum kepada anggota DPRD agar semuanya berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Pihaknya pun berharap langkah tersebut dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap DPRD Surabaya sekaligus menjaga marwah lembaga legislatif.

“Yang paling penting adalah bagaimana ada sinergitas yang utuh untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan menjaga marwah Kota Surabaya,” pungkas Ipuk.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.