Kamis, 03 Sep 2026 12:12 WIB

Momen Gubernur Jatim Khofifah Dikunjungi Duta Besar Yaman, Ini yang Dibahas

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Yaman di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Yaman di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Dalam memperkuat hubungan bilateral, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar H.E Salem Ahmed Abdurahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/5/2026).

H.E Salem Ahmed Abdurahman Balfakeeh sendiri merupakan Duta Besar luar biasa yang mempunyai kuasa penuh di Indonesia.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Dalam kesempatannya tersebut, Duta Besar (Dubes) Yaman ini menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas sambutannya dalam kunjungannya ke Provinsi Jawa Timur.

"Kunjungan kami pagi ini, hanya membicarakan tentang hubungan Provinsi Jawa timur dengan Provinsi Hadramaut yang ada di Yaman. Karena hubungan antara Yaman dengan Indonesia bukan hanya hubungan biasa," ungkap H.E Salem.

Salem mengatakan bahwa Indonesia merupakan negeri saudara kandung dengan Yaman, di mana pada tahun 7 Hijriyah bayak warga Yaman yang sudah hijrah ke Indonesia.

"Ketika mereka hidup di negeri yng suci ini, juga mempunyai peran yang begitu besar di Negeri ini, maka generasi generasi kita ingin membangun hubungan tersebut dan kami berharap rencana itu dapat tercapai," paparnya.

Baca Juga: Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa lebih dari 700 tahun lalu, banyak ulama Yaman sudah berada di Indonesia sehingga terjalin kerja sama di bidang pendidikan.

"Untuk hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jawa Timur terutama, untuk belajar di Yaman itu tinggi. Oleh karena itu, selain hubungan pendidikan yang kita bisa kuatkan secara resiprokal, mahasiswa Yaman belajar di Indonesia, terutama di Jawa Timur," terangnya.

Sebaliknya, menurut Khofifah, mahasiswa Jawa Timur yang memang sudah begitu banyak belajar di Yaman, karena memang perspektif keberagamaannya moderasi.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

"Jadi ini menjadi bagian penting membangun pendidikan, terutama di sektor jurusan agama. Tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas di mana mereka akan mengabdikan," ungkapnya.

Khofifah menyatakan ada kerja sama di bidang perdagangan. Duta Besar juga akan ketemu dengan para pedagang-pedagang di Surabaya.

"Kalau kawan-kawan mengenal, baik dijual di sini, apalagi yang sedang haji dan umrah, yang dicari kalau madu itu madu Yaman. Jadi ada beberapa produk Yaman yang sebetulnya sudah masuk ke Indonesia, maka proses untuk bisa melakukan kerja sama di bidang perdagangan ini menjadi penting." pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.