Senin, 19 Okt 2026 19:31 WIB

Momen Gubernur Jatim Khofifah Dikunjungi Duta Besar Yaman, Ini yang Dibahas

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Yaman di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan Duta Besar Yaman di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Rofik/selalu.id).

selalu.id - Dalam memperkuat hubungan bilateral, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar H.E Salem Ahmed Abdurahman Balfakeeh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/5/2026).

H.E Salem Ahmed Abdurahman Balfakeeh sendiri merupakan Duta Besar luar biasa yang mempunyai kuasa penuh di Indonesia.

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Dalam kesempatannya tersebut, Duta Besar (Dubes) Yaman ini menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas sambutannya dalam kunjungannya ke Provinsi Jawa Timur.

"Kunjungan kami pagi ini, hanya membicarakan tentang hubungan Provinsi Jawa timur dengan Provinsi Hadramaut yang ada di Yaman. Karena hubungan antara Yaman dengan Indonesia bukan hanya hubungan biasa," ungkap H.E Salem.

Salem mengatakan bahwa Indonesia merupakan negeri saudara kandung dengan Yaman, di mana pada tahun 7 Hijriyah bayak warga Yaman yang sudah hijrah ke Indonesia.

"Ketika mereka hidup di negeri yng suci ini, juga mempunyai peran yang begitu besar di Negeri ini, maka generasi generasi kita ingin membangun hubungan tersebut dan kami berharap rencana itu dapat tercapai," paparnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa lebih dari 700 tahun lalu, banyak ulama Yaman sudah berada di Indonesia sehingga terjalin kerja sama di bidang pendidikan.

"Untuk hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jawa Timur terutama, untuk belajar di Yaman itu tinggi. Oleh karena itu, selain hubungan pendidikan yang kita bisa kuatkan secara resiprokal, mahasiswa Yaman belajar di Indonesia, terutama di Jawa Timur," terangnya.

Sebaliknya, menurut Khofifah, mahasiswa Jawa Timur yang memang sudah begitu banyak belajar di Yaman, karena memang perspektif keberagamaannya moderasi.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

"Jadi ini menjadi bagian penting membangun pendidikan, terutama di sektor jurusan agama. Tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas di mana mereka akan mengabdikan," ungkapnya.

Khofifah menyatakan ada kerja sama di bidang perdagangan. Duta Besar juga akan ketemu dengan para pedagang-pedagang di Surabaya.

"Kalau kawan-kawan mengenal, baik dijual di sini, apalagi yang sedang haji dan umrah, yang dicari kalau madu itu madu Yaman. Jadi ada beberapa produk Yaman yang sebetulnya sudah masuk ke Indonesia, maka proses untuk bisa melakukan kerja sama di bidang perdagangan ini menjadi penting." pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.