Kamis, 03 Sep 2026 14:32 WIB

Bupati Pasuruan Tekankan Soliditas Camat dan PKK dalam Pembinaan di Tosari

  • Penulis : Ariyanto
  • | Jumat, 15 Mei 2026 18:21 WIB
Bupati Pasuruan, Mochamad Rusdi Sutejo saat menyampaikan arahan kepada Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Bupati Pasuruan, Mochamad Rusdi Sutejo saat menyampaikan arahan kepada Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Penguatan koordinasi pemerintahan hingga apresiasi bagi camat yang memasuki masa purna tugas mewarnai agenda pembinaan camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Pasuruan yang digelar di Jambuluwuk Hotel, Kecamatan Tosari, Kota Batu.

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo itu menjadi forum konsolidasi internal pemerintahan daerah di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Dalam kesempatan tersebut, para camat diminta menjaga ritme kerja birokrasi sekaligus memperkuat komunikasi lintas wilayah.

Sejumlah camat yang memasuki masa purna tugas turut mendapat apresiasi dalam agenda tersebut.

Mereka di antaranya Nanang Puji Laksono yang mengakhiri masa tugas sebagai Camat Grati, Wijaya Sugianto sebagai Camat Kejayan, Bambang Soehartono sebagai Camat Gondang Wetan, serta Rokhman sebagai Camat Nguling.

Dalam arahannya, Rusdi menilai posisi camat memiliki peran strategis sebagai penghubung kebijakan pemerintah daerah dengan masyarakat di tingkat kecamatan.

Karena itu, sinergi antara kepala daerah dan jajaran kewilayahan harus tetap terjaga.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

"Saya berterima kasih karena sudah membantu saya dalam menjalankan tugas dan kewenangan saya, karena camat sebagai kepanjangan tangan dari Bupati," jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Dalam momen ini, Rusdi juga menyinggung dinamika pemerintahan yang selalu berubah mengikuti pergantian kepemimpinan daerah. Menurutnya, seluruh elemen birokrasi dituntut mampu menyesuaikan diri agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

"Tiap lima tahun sekali akan ganti pimpinan, semua harus menyesuaikan kepada kepala daerah masing-masing. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat sampai ke staf semua harus sesuai ritmenya. Kalau tidak pasti tidak akan berjalan dengan bagus," tegasnya.

Selain menekankan soliditas birokrasi, Rusdi juga meminta para camat lebih terbuka dalam menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Ia ingin pola komunikasi dibuat lebih sederhana agar penanganan persoalan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.

"Intinya kita sederhanakan, adminnya dari pak camat. Saya sampaikan kepada camat agar kalau ada kesulitan apapun tetap disampaikan," jelas Rusdi.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mendorong penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan percepatan program pembangunan daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.