Minggu, 19 Jul 2026 07:49 WIB

Wabup Mimik Dorong UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Modern

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 14 Mei 2026 12:11 WIB
Audensi IWAPI dengan Wabup Sidoarjo Mimik Idayana di rumah dinas. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).
Audensi IWAPI dengan Wabup Sidoarjo Mimik Idayana di rumah dinas. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Persoalan akses pasar hingga peluang kerja sama dengan perusahaan besar menjadi perhatian para pelaku UMKM perempuan di Sidoarjo.

Sejumlah aspirasi itu disampaikan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Ranting Krian saat beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana di rumah dinas wakil bupati, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

Dalam pertemuan tersebut, IWAPI menilai pelaku UMKM lokal sebenarnya memiliki kemampuan bersaing, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat masuk ke jaringan industri, hotel, hingga pusat perbelanjaan modern.

Ketua IWAPI Ranting Krian, Endang Dariyanti mengatakan bahwa selama ini para pelaku usaha kecil terus berupaya bertahan sekaligus mengembangkan usahanya di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Kami ingin pemerintah hadir menjadi jembatan antara pabrik besar dengan UMKM, agar UMKM bisa menjadi supplier perusahaan besar. Selama ini kami juga terus berjuang untuk UMKM agar terus berkembang di kondisi ekonomi seperti saat ini,” katanya.

Aspirasi tersebut langsung mendapat respons dari Pemkab Sidoarjo. Wakil Bupati Mimik Idayana menegaskan pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat program pengembangan UMKM agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

“Pemerintah saat ini terus hadir dan berjuang bagaimana produk UMKM bisa masuk ke hotel, perusahaan, supermarket dan minimarket. Produk UMKM wajib dan harus bisa masuk. Bahkan hal ini juga masuk dalam program unggulan yaitu UMKM naik kelas,” jelas Mimik.

Selain fokus pada pemasaran, Pemkab Sidoarjo juga membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha perempuan untuk memetakan berbagai persoalan yang dihadapi UMKM di lapangan.

“Kami tampung berbagai permasalahan yang disampaikan para pengusaha wanita di IWAPI,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Di akhir audiensi, Mimik turut mengajak seluruh pelaku UMKM di Sidoarjo memperkuat kebersamaan melalui koperasi dan komunitas usaha sebagai upaya memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan.

“Semua UMKM harus guyub jadi satu. Saat ini sudah ada koperasi desa yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah bersama. Yang terpenting tetap sehat, terus berjuang dan ikhtiar, karena pemerintah ke depan sudah memikirkan pengembangan UMKM,” tuturnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Bapenda meminta perusahaan menyerahkan sejumlah dokumen administrasi, keuangan, dan perpajakan.

Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Ali menjelaskan seluruh aspirasi yang diterima dari masyarakat nantinya akan diperjuangkan melalui kader-kader Golkar.

Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Politisi PKB ini juga menjelaskan bahwa kerusakan tegakan hutan akibat illegal logging membuat lahan gundul dan sangat rentan terbakar saat kemarau.

Komitmen Universitas Ciputra Surabaya: Musibah Tak Boleh Memutus Kesempatan Mahasiswa Meraih Cita-Cita

Langkah ini dilakukan agar studi tetap berjalan hingga lulus, meski orang tua atau penanggung biaya pendidikan meninggal dunia.