Kamis, 03 Sep 2026 12:11 WIB

Dear Warga Surabaya: Pilah Sampahmu di Rumah, Kini Bisa jadi Uang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Mei 2026 10:04 WIB
Plt DLH Surabaya, M Fikser. (Dok. Pemkot Surabaya).
Plt DLH Surabaya, M Fikser. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Kenaikan harga sampah plastik di pasaran mulai memengaruhi pola pengelolaan sampah di Kota Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah agar bisa menjadi sumber tambahan pendapatan.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M Fikser mengatakan tingginya harga plastik membuat sampah non-organik kini banyak diburu pemulung maupun pengepul.

Kondisi itu terlihat di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R di Surabaya.

“Memang harga lagi naik di pasaran, sehingga hasil pemilahan sampah yang dilakukan di TPS itu diburu sama pemulung, khususnya pemulung sampah,” katanya, Kamis (14/5/2026).

Fikser menjelaskan, di 12 TPS 3R milik Pemkot Surabaya, sampah plastik kini dipisahkan lebih awal karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan sudah banyak dipesan pengepul.

“Di TPS 3R kami yang jumlahnya sekitar 12 itu sudah dipisahkan semua, ditumpuk, karena sampah plastik itu kalau saya tanya sudah dipesan sama orang,” jelasnya.

Melihat tren tersebut, DLH Surabaya memperketat pengawasan di area TPS agar tidak lagi menjadi lokasi pemilahan sampah liar.

Menurut Fikser, pemilahan seharusnya dilakukan sebelum sampah masuk ke TPS agar tempat pembuangan tetap bersih dan hanya menampung residu.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

“Jadi untuk di TPS sudah tidak ada lagi pemilahan sampah. Kalau mereka melakukan pemilahan, itu bukan di TPS, tapi sebelum masuk di TPS,” tegasnya.

DLH juga mulai menertibkan aktivitas bongkar muat sampah di sekitar TPS yang dilakukan pencari sampah plastik. Sebab, banyak gerobak pengangkut sampah berhenti di sekitar TPS untuk membongkar muatan dan memilah plastik.

“Di sekitaran TPS itu yang kita jaga sekarang. Karena banyak yang menunggu beberapa gerobak datang terus dibongkar,” kata dia.

Fikser berharap naiknya harga plastik dapat dimanfaatkan warga kampung untuk mulai memilah sampah non-organik dari rumah. Selain mengurangi beban sampah kota, langkah itu juga dinilai bisa menambah pemasukan keluarga.

DLH Surabaya saat ini memiliki enam bank sampah induk yang siap menampung sampah bernilai ekonomis dari masyarakat.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Warga juga dapat menjual sampah secara kolektif melalui RT dan RW dengan sistem penimbangan dan pembayaran langsung.

“Kami bisa memfasilitasi pengambilannya kapan, setiap hari apa, jam berapa, langsung terjadi penimbangan dan pembayaran,” jelasnya.

Fikser menambahkan, sampah dapat dikumpulkan di Balai RW, Balai RT, atau titik yang disepakati warga sebelum diambil petugas DLH.

“Jadi tinggal diatur saja, disepakati warga setiap hari apa, nanti dipul di Balai RW atau Balai RT, terus kami datang, kami beli,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.